kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Nasib BSA Tunggu Tandatangan Gubernur BI dan Jepang


Jumat, 27 Februari 2009 / 15:58 WIB


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Dalam rapat terbatas Gubernur Bank Indonesia Boediono dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boediono melaporkan perkembangan pinjaman Bilateral Swap Arrangement (BSA) atau bantuan tambahan cadangan devisa dari Pemerintah Jepang.

"Kalau dengan Jepang tinggal follow up dan tinggal operasionalnya yaitu dengan penandatanganan antara Gubernur BI dan Gubernur Bank Jepang," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumlah BSA dari Jepang meningkat menjadi US$ 12 miliar dari sebelumnya US$ 6 miliar. Nilai BSA sebesar itu merupakan komitmen Jepang kepada Indonesia setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Sekretaris Parlemen Jepang Bidang Keuangan, Shinsuke Suematsu (mewakili Menkeu Jepang, Kaoru Yosano) di Phuket, Thailand pekan lalu.

Boediono menjelaskan, BSA ini merupakan salah sau amunisi menjaga stabilitas rupiah. "Makanya kita menambah amunisinya ya dengan swap dan tambahan dari pinjaman pemerintah. Itu semua akan memperkuat amunisi kita," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×