kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.814   -14,00   -0,08%
  • IDX 8.126   94,30   1,17%
  • KOMPAS100 1.147   15,23   1,35%
  • LQ45 829   7,62   0,93%
  • ISSI 289   5,03   1,77%
  • IDX30 431   3,87   0,91%
  • IDXHIDIV20 517   3,88   0,76%
  • IDX80 128   1,54   1,21%
  • IDXV30 141   1,31   0,94%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

Jelang BPJS, nasib Inhealth masih belum jelas


Rabu, 30 Mei 2012 / 11:13 WIB
Jelang BPJS, nasib Inhealth masih belum jelas
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muatan yang berisi rel untuk kereta cepat di Depo PT KCIC, Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Reporter: Mona Tobing |

JAKARTA. Nasib dari anak usaha Asuransi Kesehatan (Askes) yakni PT Asuransi Jiwa Inhealth menjelang terbentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih terkatung-katung. Meski siap melepas Inhealth, Askes tengah mengajukan usulan kepada Kementerian BUMN agar Inhealth tidak dilebur dan menjadi lembaga instrument investasi BPJS.

I Gede Subawa, Direktur Utama Askes mengatakan pihaknya telah membahas posisi Inhealth ke Kementerian BUMN. Namun, sampai saat ini Kementerian BUMN belum juga memberi jawaban. Jika skenario pemerintah melarang BPJS memiliki anak usaha, otomatis layanan Inhealth berubah menjadi komersial.

"Jika dilarang, kami mengusulkan menyerahkan Inhealth kepada pihak ketiga yakni dijual. Tapi jika diperbolehkan memiliki anak usaha, maka Inhealth kami usulkan menjadi lembaga investasi," kata I Gede pada hari ini dalam rapat dengar pendapat dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi IX. Dengan menjadi lembaga investasi diharapkan Inhealth bisa memberikan dividen.

Umbu Marisi, Direktur Operasional Askes memandang jika dilepas dan menjadi perusahaan sendiri, maka produk Inhealth harus diubah.

"Sekarang ini, produk Inhealth sama persis dengan Askes. Kami tengah meminta agar Inhealth mulai memikirkan design produk dan premi sendiri. Tapi, kami tidak melarang Inhealth menggunakan jaringan rumah sakit yang telah ada selama ini," ujar Umbu pada Rabu (23/5).

Umbu menyebut, sampai Maret ini perolehan premi Askes sebesar Rp 7 triliun sedangkan remi Inhealth mencapai Rp 1 triliun. Sampai akhir tahun ditargetkan perolehan premi Askes mencapai Rp 8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×