kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

NIM Perbankan Masih Tinggi


Rabu, 17 Februari 2010 / 11:49 WIB


Reporter: Adi Wikanto, Herlina KD | Editor: Johana K.

Usaha Bank Indonesia (BI) untuk menekan selisih bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) perbankan tampaknya tiada hasil. Terbukti, perbankan di tanah air masih memiliki NIM yang tinggi, di kisaran 6%. Padahal, BI menargetkan NIM perbankan di bawah 4%.

Bankir-bankir pun sebenarnya sudah berjanji akan menekan NIM. Mereka mengaku telah menurunkan bunga pinjaman, setelah suku bunga acuan atau BI rate berada di kisaran 6,5%. Namun, penurunan bunga pinjaman tidak sebanding dengan turunnya BI rate.

Lihat saja laporan kinerja perbankan selama tahun 2009. Di PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya, tercatat memiliki NIM 6,61%, meningkat dari tahun 2008 yang hanya 5,49%. Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga masih tinggi mencapai 6,0%, dan di PT Bank OCBC NISP Tbk 5,53%. “Pertumbuhan NIM karena pengaruh biaya dana yang semakin efisien,” kata Gatot Suwondo, Direktur Utama BNI.

Otomatis, NIM yang tinggi mendongkrak laba perbankan. CIMB Niaga mampu mencetak laba bersih Rp 1,58 triliun atau tumbuh 131% dibandingkan periode sebelumnya. Sedang laba BNI Rp 2,48 triliun, dan OCBC NISP Rp 435,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×