kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

NPF Astra Credit Companies naik menjadi 0,63%


Senin, 24 Oktober 2016 / 09:48 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ancaman kenaikan rasio kredit macet atau non performing financing (NPF) masih menghantui perusahaan pembiayaan. PT Astra Credit Companies (ACC) ikut terjerat kenaikan NPF.

Jodjana Jody, Chief Executive Officer PT Astra Credit Companies mengungkapkan, NPF per September 2016 sebesar 0,63%. Angka ini naik tipis dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 0,56%.

Jika tahun lalu penyumbang NPF pada ACC lebih banyak berasal dari kendaraan komersial, saat ini penyumbang NPF justru lebih banyak pada kendaraan penumpang (passanger) pada segmen bawah. Hal ini lantaran industri otomotif tahun ini masih tertekan. Penjualan mobil tahun ini diperkirakan relatif flat dibanding tahun lalu.

"Tekanan ekonomi yang masih terasa mengakibatkan resiko gagal bayar meningkat. Namun siklus ini telah diperkirakan sebelumnya," terang Jody kepada KONTAN.

Khusus kendaraan bekas, lanjut Jody, pihaknya telah membatasi booking sejak awal. Hal ini karena kendaraan bekas lebih beresiko. Strategi yang sama juga diterapkan pada segmen komersial, sehingga posisi kredit bermasalah (bad loan) tetap terjaga.

Untuk menjaga rasio NPF, ACC berhati-hati dalam menyalurkan booking. Anak usaha Astra ini mengaku lebih fokus pada kualitas kredit dibanding kuantitas kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×