kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

NPF multifinance membengkak hingga Mei


Selasa, 25 Juli 2017 / 11:49 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kinerja industri pembiayaan atau multifinance terseret lesunya pertumbuhan kendaraan bermotor. Imbasnya, angka non performing finance (NPF) atau kredit macet industri pembiayaan kian membengkak hingga Mei 2017.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, penopang pertumbuhan industri pembiayaan didapatkan dari kendaraan motor, namun sampai saat ini situasinya masih belum menggembirakan.

Padahal, pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor tahun ini diharapkan bisa meningkat ketimbang tahun lalu.

"Penjualan roda dua diharapkan tumbuh tetapi hingga Mei malah flat. Bahkan roda dua yang juga diharapkan naik 5% tahun ini malah terjadi koreksi pertumbuhan yang diprediksi bakal minus 5%," katanya dalam acara Halal Bi Halal bersama APPI, di Jakarta, Selasa (25/7).

Suwandi menyebut, tak dipungkiri angka NPF hingga lima bulan pertama tahun ini terus merangkak naik. Misalnya pada awal tahun ini, angka NPF di posisi 3,17%. Lalu, sampai kuartal I 2017 terus menanjak ke poisisi 3,26% dan di Mei ini sudah berada di angka 3,45%. "Namun meski begitu, aset industri pembiayaan naik 9,47% hingga Mei ini," terang Suwandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×