kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

NPF multifinance membengkak hingga Mei


Selasa, 25 Juli 2017 / 11:49 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kinerja industri pembiayaan atau multifinance terseret lesunya pertumbuhan kendaraan bermotor. Imbasnya, angka non performing finance (NPF) atau kredit macet industri pembiayaan kian membengkak hingga Mei 2017.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, penopang pertumbuhan industri pembiayaan didapatkan dari kendaraan motor, namun sampai saat ini situasinya masih belum menggembirakan.

Padahal, pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor tahun ini diharapkan bisa meningkat ketimbang tahun lalu.

"Penjualan roda dua diharapkan tumbuh tetapi hingga Mei malah flat. Bahkan roda dua yang juga diharapkan naik 5% tahun ini malah terjadi koreksi pertumbuhan yang diprediksi bakal minus 5%," katanya dalam acara Halal Bi Halal bersama APPI, di Jakarta, Selasa (25/7).

Suwandi menyebut, tak dipungkiri angka NPF hingga lima bulan pertama tahun ini terus merangkak naik. Misalnya pada awal tahun ini, angka NPF di posisi 3,17%. Lalu, sampai kuartal I 2017 terus menanjak ke poisisi 3,26% dan di Mei ini sudah berada di angka 3,45%. "Namun meski begitu, aset industri pembiayaan naik 9,47% hingga Mei ini," terang Suwandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×