kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

NPL Industri Pay Later Tembus 9,7% Per April, Begin Respons Akulaku


Senin, 24 Juli 2023 / 14:54 WIB
NPL Industri Pay Later Tembus 9,7% Per April, Begin Respons Akulaku
ILUSTRASI. Nama dan logo baru Akulaku PayLater.


Reporter: Vina Destya | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Metode bayar tunda atau Buy Now Pay Later (BNPL) kian ramai digunakan. Seiringan dengan hal tersebut, PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore mencatat rasio NPL Pay Later sudah menembus 9,7% per April 2023.

Berkaitan dengan hal ini, Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia (AFI) Efrinal Sinaga mengungkapkan bahwa saat ini NPF perusahaannya masih di bawah batas aman.

“Terhitung per Juni 2023, NPF (nett) AFI sebesar 0,99%,” ujar Efrinal pada Kontan, Senin (24/7).

Baca Juga: OJK Sebut Literasi Digital Indonesia Masih di Level Sedang, Yogyakarta Paling Tinggi

Efrinal juga mengatakan bahwa bisnis pay later merupakan produk utama AFI sehingga akan terus dipertahankan dan dikembangkan untuk kualitas yang lebih baik lagi meskipun saat ini rasio NPL pay later secara umum cukup tinggi.

Strategi yang dilakukan AFI untuk menekan NPL adalah dengan pengetatan scoring parameter, verifikasi dan validitas data konsumen, kemudian tidak lupa untuk mengingatkan kembali konsumen sebelum tanggal jatuh tempo.

“Fokus dan proaktif dalam hal collection penanganan A/R,” tambah Efrinal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×