Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perbedaan laju pertumbuhan aset antara bank milik negara dan bank swasta nasional sepanjang kuartal III-2025.
Berdasarkan Laporan Surveillance Perbankan Indonesia OJK, aset bank umum swasta nasional (BUSN) tumbuh 6,94% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2025, melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, aset bank BUMN justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 11,25% YoY.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut mencerminkan dinamika strategi bisnis dan sumber pertumbuhan masing-masing kelompok bank, bukan semata-mata perbedaan kinerja fundamental.
Baca Juga: OJK Blokir Lebih dari 30.000 Rekening Terindikasi Judi Online hingga Akhir 2025
“Laju pertumbuhan aset perbankan dapat berbeda antar bank maupun kelompok bank, dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari sisi makroekonomi, model bisnis bank, maupun strategi bisnis masing-masing bank,” ujar Dian dalam jawaban tertulisnya, dikutip Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, secara umum pertumbuhan aset perbankan terutama didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dari sisi pasiva, yang kemudian tercermin pada pertumbuhan kredit sebagai komponen utama aset bank. Dalam hal ini, pertumbuhan DPK bank BUMN tercatat paling tinggi dibandingkan kelompok bank lainnya.
“Pertumbuhan DPK bank BUMN yang lebih tinggi antara lain dipengaruhi oleh penempatan dana pemerintah pada bank-bank Himbara, sehingga turut mendorong pertumbuhan aset bank BUMN secara keseluruhan,” jelas Dian.
Sementara itu, perlambatan pertumbuhan aset pada kelompok BUSN lebih mencerminkan sikap kehati-hatian dalam penyaluran kredit di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi. Kondisi tersebut turut berdampak pada melemahnya permintaan kredit dari dunia usaha dan masyarakat.
Baca Juga: Sejumlah Tantangan yang Menerpa Industri pada 2025 Turut Menekan Laba CNAF
“Di sisi lain, kredit pada kelompok bank BUMN masih dapat tumbuh cukup tinggi sejalan dengan peran bank BUMN yang lebih dominan dalam mendukung pembiayaan program-program pemerintah,” imbuhnya.
Ke depan, OJK menilai perbankan nasional masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi secara sehat. Hal ini ditopang oleh ekspektasi berlanjutnya tren penurunan suku bunga yang berpotensi mendorong permintaan kredit, serta dukungan kebijakan pemerintah yang memperkuat aktivitas ekonomi dan investasi.
“OJK akan terus memperkuat fungsi pengawasan dan pengaturan guna memastikan pertumbuhan perbankan berlangsung secara berkelanjutan, tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian, serta menjaga stabilitas sistem keuangan,” tandas Dian.
Selanjutnya: Surplus BI Diproyeksi Naik Imbas Kenaikan Kepemilikan SBN, Begini Perkiraan di 2026
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













