Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah tantangan yang menerpa industri multifinance pada 2025 turut menekan kinerja laba PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan kondisi market sepanjang 2025 yang cukup menantang, daya beli masyarakat belum pulih, dan linear dengan daya bayar masyarakat menjadi faktor yang turut membuat laba CNAF tertekan.
Atas dasar itu, dia menyampaikan laba sebelum pajak atau Profit Before Tax (PBT) CNAF pada 2025 tercatat sebesar Rp 440 miliar (unaudited).
Baca Juga: Rangkaian Long Weekend di Awal 2026, Peluang Bagi Industri Pariwisata Mengeduk Laba
"Nilainya mengalami penurunan 20%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 570 miliar," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (22/1).
Menyikapi kondisi market yang tidak pasti, Ristiawan mengatakan perusahaan pembiayaan, termasuk CNAF, mengambil langkah untuk lebih mengedepankan aspek prudensial perusahaan agar tetap sehat.
Dia bilang hal itu juga yang membuat CNAF lebih selektif dalam approval pengajuan pembiayaan calon nasabah.
Sementara itu, CNAF menargetkan laba sebelum pajak sebesar Rp 552 miliar pada 2026.
Untuk mencapai target itu, Ristiawan mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi jitu. Salah satu strateginya, yakni mengoptimalikan digitalisasi proses dalam hal kecepatan dan simplifikasi dokumen nasabah.
Baca Juga: Selektif Pilih Startup, Laba Modal Ventura Makin Tebal
"Dengan demikian, akan makin memudahkan nasabah untuk proses pengajuan pembiayaan di CNAF," katanya.
Selain itu, Ristiawan berharap kondisi market dapat membaik, daya beli masyarakat kembali pulih, dan pemerintah berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi pada 2026. Dengan demikian, CNAF dapat menyalurkan pembiayaan dengan lebih maksimal.
Selanjutnya: Aturan Baru Ditjen Pajak Dinilai Persempit Ruang Gerak Penunggak Pajak
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













