CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

OJK Dorong Konsolidasi Bank Digital untuk Perkuat Modal dan Teknologi


Minggu, 13 September 2026 / 11:56 WIB
OJK Dorong Konsolidasi Bank Digital untuk Perkuat Modal dan Teknologi
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank digital untuk mempertimbangkan konsolidasi sebagai salah satu strategi memperkuat permodalan dan menghadapi kebutuhan investasi teknologi yang semakin besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut, bank digital membutuhkan fondasi yang kuat, baik dari sisi permodalan, tata kelola, manajemen risiko, kapasitas teknologi, maupun sumber daya manusia.

Menurutnya, kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur akal imitasi (AI), memperkuat keamanan siber, serta mengadopsi berbagai emerging technologies membutuhkan dukungan permodalan yang memadai.

“Penguatan permodalan ini dapat dicapai secara organik melalui pengumpulan nafas secara bertahap maupun melalui aksi korporasi. Salah satunya adalah dalam bentuk konsolidasi,” ujar Dian, dikutip Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: OJK Ungkap 3 Tantangan yang Mengintai Bank Digital, Ada Ancaman Siber dan AI

Lebih lanjut ia bilang konsolidasi dapat menjadi salah satu opsi strategis bagi bank digital untuk memperkuat skala usaha, meningkatkan efisiensi permodalan, sekaligus mendukung investasi teknologi.

Dengan skala dan permodalan yang lebih kuat, menurutnya bank bakal memiliki kapasitas lebih besar untuk mengadopsi teknologi yang dibutuhkan serta meningkatkan ketahanan dan keamanan sistemnya.

“Dengan konsolidasi dan permodalan yang kuat, maka bank akan lebih leluasa ketika melakukan adopsi teknologi terkini yang dibutuhkan,” katanya.

Meski demikian, Dian menekankan bahwa kekuatan modal harus tetap disesuaikan dengan kompleksitas kegiatan usaha, profil risiko, serta kebutuhan investasi bank untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.

OJK, lanjut Dian, juga akan memasukkan agenda konsolidasi tersebut dalam arah pengembangan perbankan ke depan.

Ia berharap bank digital turut mengambil langkah konsolidasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, meningkatkan ketahanan terhadap serangan siber, dan beroperasi secara lebih efisien.

Baca Juga: El Nino Mengancam, OJK Waspadai Dampaknya ke Pembiayaan Multifinance

Menurut Dian, manfaat penguatan tersebut pada akhirnya tak hanya bertujuan meningkatkan profitabilitas bank digital. Konsolidasi dan penguatan fondasi bank diharapkan dapat turut berdampak pada kualitas layanan yang diterima masyarakat.

“Dirasakan oleh masyarakat dalam bentuk layanan keuangan yang berkualitas, aman dan terjangkau,” sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×