kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

OJK dukung langkah penyaluran BLSM via e-money


Jumat, 31 Oktober 2014 / 14:24 WIB
OJK dukung langkah penyaluran BLSM via e-money
ILUSTRASI. 4 Manfaat Buah Kiwi untuk Wajah yang Harus Anda Tahu


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad menyambut baik rencana penggunaan uang elektronik, alias e-money dalam pemberian bantuan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, mekanisme itu akan membuat perbankan makin inklusif.

Sebab, jika bantuan disalurkan melalui e-money pasti akan melibatkan perbankan. Nah, hal itu kesempatan bertambahnya masyarakat yang memiliki rekening akan bertambah. "Itu harus dipikirkan, supaya benar-benar dibuka rekening," ujar Muliaman, Jumat (31/10).

Oleh karenanya, jangan sampai mekanisme pemberian bantuan ini selesai setelah masyarakat mencairkan uangnya. Jika, kemudain masyarakat akhirnya memiliki rekening maka akses masyarakat terhadap perbankan bisa dimanfaatkan untuk pemerian bantuan lain, seperti bantuan untuk kegiatan berusaha.

Muliaman memang telah bertemu dengan Jokowi bersama jajarannya, didampingi oleh menteri koordinator bidang perekonomian, dan menteri keuangan. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga meminta Muliaman agar Perbankan bisa membantu program penyaluran bantuan berupa e-money ini.

Terkait hal tersebut Muliaman berharap pihak perbankan yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) bisa membantu program tersebut. Namun, berapa besar dampak program ini terhadap peningkatan jumlah nasabah perbankan, Muliaman mengaku belum mengetahui. "Saya belum mengetahuinya, belum menghitung," ujar Muliaman.

Sementara itu, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, pemberian bantuan kedepannya tidak lagi dengan cara pemberian uang tunai langsung. Semuanya harus melalui perbankan, jadi masyarakat bisa mencairkan uangnya di beberapa pihak yang ditunjuk pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×