kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor Bisa Makin Terseok Imbas Kenaikan BI Rate


Selasa, 16 Juni 2026 / 18:54 WIB
Pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor Bisa Makin Terseok Imbas Kenaikan BI Rate
ILUSTRASI. Penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor Capai Rp 145 Triliun (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Usai meningkatnya bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%, perlambatan KKB dikhawatirkan akan terus berlanjut.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KKB pada beberapa bulan terakhir ini masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu.

Misalnya pada April 2026, BI mencatat penyaluran KKB terkontraksi 9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pelemahan ini melanjutkan tren pada Maret 2026 yang terkontraksi 8,9% yoy dan Februari 2026 yang terkontraksi 8,1% yoy.

Ekonom Center of Reform (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mencermati perlambatan KKB ini sejatinya sudah mulai terjadi sejak akhir tahun 2025. Ia pun menyebut kontraksi KKB terus jatuh kian dalam dari bulan ke bulan.

"Pola ini menunjukkan bahwa pasar pembiayaan kendaraan sedang menghadapi tekanan yang konsisten selama lebih dari setengah tahun," kata Yusuf saat dihubungi, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga: Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Terkontraksi Imbas Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Yusuf menilai faktor utama perlambatan KKB ini adalah kemampuan daya beli masyarakat yang kian menurun. Hal ini kemudian diperparah dengan naiknya BI Rate ke level 5,5% yang berpotensi membuat bank menaikkan bunga KKB.

Ia juga menyebut pelemahan rupiah yang berimbas pada melonjaknya harga kendaraan serta harga bahan bakar non-subsidi yang kian melambung tinggi turut menambah beban pertumbuhan KKB.

Maka dari itu, Yusuf memproyeksi pertumbuhan KKB belum akan bergairah dalam beberapa waktu ke depan. Ia pun mendorong bank untuk menjaga kualitas KKB yang sudah tersalurkan.

"Dalam jangka pendek, prospek KKB masih cenderung berat karena tekanan suku bunga, nilai tukar, dan biaya energi belum menunjukkan tanda mereda," jelasnya.

Dari sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk menyebut level BI Rate memang akan mempengaruhi pertimbangan bank dalam menentukan bunga kredit, termasuk juga untuk KKB.

Akan tetapi, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Heryn menyebut, penentuan bunga KKB juga mempertimbangkan daya beli nasabah dan persaingan industri.

Sebab itu, Hera memastikan kenaikan BI Rate tidak serta-merta akan membuat bunga KKB banknya meningkat. 

Baca Juga: Tekanan Kredit Bermasalah Picu Penarikan Kendaraan di Lapangan

"BCA senantiasa melakukan review berkala dan memperhatikan tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar," ucapnya.

Adapun hingga kuartal I-2026, portofolio KKB BCA tercatat sebesar Rp 53,9 triliun. Realisasi ini terhitung turun 19,7% yoy.

Hera menyebut BCA akan menjaga produk dan layanannya agar terus relevan dengan kebutuhan pasar. BCA pun terus memperkuat kerja sama dengan mitra strategis guna memperluas jaringan dan jangkauan di sektor pembiayaan kendaraan.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk berhasil mencatat pertumbuhan positif untuk produk pembiayaan kendaraan.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menyebut, hingga April 2026, pembiayaan kendaraan banknya tumbuh 13,4% yoy menjadi Rp 6,62 triliun.

Pertumbuhan tersebut, kata Wisnu, didorong oleh meningkatnya pembelian kendaraan listrik. Menurutnya, ketertarikan masyarakat akan kendaraan listrik menjadi kian tinggi saat ini.

Selain karena naiknya harga bahan bakar untuk kendaraan diesel, Wisnu menganggap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga turut meningkatkan pembelian kendaraan listrik.

Terkait dengan kenaikan BI Rate, Wisnu menyebut BSI aktif menawarkan pembiayaan kendaraan dengan skema angsuran tetap sampai lunas.

Dengan tawaran itu, ia berharap nasabah dapat merasa aman untuk membeli kendaraan sembari mengatur pengeluaran tetap terukur di tengah gejolak ekonomi.

"Kami optimistis tren pembiayaan ini akan terus tumbuh seiring meningkatnya preference masyarakat terhadap layanan syariah," kata Wisnu.

Baca Juga: Penjualan Kendaraan Lesu, Kredit Kendaraan Bermotor Perbankan Tertekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×