kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

OJK minta BPR perluas kerja sama


Senin, 10 Juli 2017 / 13:27 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Kekurangan modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) agar dapat bekerja sama dengan penyedia jasa teknologi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar BPR di sektor keuangan.

Pasalnya, dari sekitar 1.621 BPR yang tersebar di Indonesia hampir 86% diantaranya hanya memiliki kapasitas modal di bawah Rp 15 miliar. "BPR perlu kerja sama dengan provider teknologi, saya kira (perusahaan provider teknologi) sudah terbuka untuk membangun sinergi dan kerja sama," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Senin (10/7).

Terkait hal tersebut, OJK mengatakan pihaknya akan mengawal BPR agar keterlibatan teknologi berjalan sesuai dengan koridor dan ketentuan yang berlaku.
Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto mengatakan dalam rangka mengikuti perkembangan layanan berbasis teknologi, beberapa BPR telah bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memudahkan jaringan baik internal maupun eksternal. "Kita dan OJK sedang melakukan beberapa kajian, di antaranya meningkatan layanan dan perbaikan jaringan," kata Joko.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×