Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren bisnis data center makin menunjukkan peningkatan belakangan ini, seiring perkembangan kebutuhan infrastruktur cloud, kecerdasan buatan, dan digitalisasi enterprise yang terus meningkat.
BRI Danareksa Sekuritas bahkan memprediksi kapasitas data center terpasang di Indonesia akan mencapai 3,5 gigawatt pada 2030, dari sekitar 580 megawatt pada semester I-2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyampaikan pengembangan data center dapat menjadi salah satu peluang bagi industri modal ventura.
"Salah satunya melalui pembiayaan atau investasi pada ekosistem pendukungnya," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Permintaan Emas Batangan di Indonesia Naik 40%, Bank Mandiri Perluas Layanan Bulion
Dalam menggarap segmen tersebut, Agusman mengatakan perusahaan modal ventura perlu memperhatikan sejumlah hal, antara lain besarnya kebutuhan investasi, serta prospek dan risiko bisnis.
Selain data center, Agusman sempat menilai bahwa sektor hijau juga dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi industri modal ventura. Ke depannya, dia menyebut peluang dapat terus berkembang tentunya pada usaha yang mendukung pembiayaan berkelanjutan.
Dalam menyalurkan pembiayaan, Agusman juga menekankan industri tetap memperhatikan manajemen risiko, prisip perhatian, tata kelola yang baik, dan paling penting adalah pelindungan konsumen.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,50 triliun per Agustus 2026. Nilainya mengalami pertumbuhan sebesar 1,05% secara Year on Year (YoY).
Lebih lanjut, OJK mencatat, nilai aset industri modal ventura per Agustus 2026 sebesar Rp 27,65 triliun, atau tumbuh 2,48% secara YoY.
Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Hapus Buku Pembiayaan Macet bagi LKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














