kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

OJK: Perbankan siap hadapi risiko likuiditas


Senin, 05 Juni 2017 / 10:06 WIB
OJK: Perbankan siap hadapi risiko likuiditas


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perbankan siap menghadapi risiko likuiditas yang berpotensi terjadi pada semester II 2017. Hal ini tercermin dalam hasil focus group discussion (FGD) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan perbankan.

Sukarela Batunanggar, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK mengatakan, ada dua opsi untuk mengatasi risiko likudiitas terutama bank besar. “Pertama adalah dengan pendanaan DPK dan non DPK,” ujar Sukarela kepada KONTAN, Minggu (5/6).

Sampai kuartal I 2017, pertumbuhan DPK perbankan memang lebih tinggi dibandingkan dengan kredit. Berdasarkan catatan OJK, pertumbuhan DPK pada kuartal I 2017 sebesar 9,53% secara tahunan atau year on year (yoy).

Sedangkan kredit pada kuartal yang sama tumbuh 8,95% secara yoy. OJK mengharapkan pertumbuhan DPK ini bisa dijaga sampai akhir 2017 nanti.

Dengan pertumbuhan DPK yang tinggi maka risiko likuiditas bisa diminimalisir. Sebagai catatan, sampai kuartal I 2017 rasio likudiitas perbankan tercatat 89,12% atau turun 48bps secara yoy.

Selain mengandalkan DPK, perbankan menurut OJK juga sudah berkomitmen untuk menggunakan dana non DPK utamanya dari pasar modal seperti obligasi dan penerbitan saham baru (rights issue).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×