Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto
Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghembuskan udara segar untuk kredit perbankan. Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan mengatakan, pertumbuhan kredit tahun 2017 akan lebih baik dibandingkan tahun 2016 karena pertumbuhan ekonomi masih akan tumbuh.
OJK akan melihat pertumbuhan kredit mendatang dengan perhitungan data ekonomi dan rencana bisnis bank (RBB). Jelang akhir tahun 2016, sejumlah bank tengah menyiapkan rencana bisnis untuk tahun 2017. Nelson bilang, mungkin RBB dari perbankan akan masuk pada akhir November 2016
Lanjutnya, pertumbuhan kredit akan membaik secara menyeluruh untuk segmen kredit rupiah dan kredit valuta asing (valas). Misalnya, untuk rupiah akan membaik karena pada dasarnya daya serap kredit untuk kegiatan domestik masih cukup tinggi. Begitu juga dengan kredit valas akan tinggi karena faktor global.
“Karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan membaik,” katanya, Selasa (8/11). Selain itu, Amerika Serikat juga sudah menunjukan tanda-tanda recovery yang lebih signifikan makanya mereka berani untuk menaikan Fed Fund Rate. Kedepan, OJK memprediksi kenaikan kredit pada rupiah dan valas akan mendorong pertumbuhan kredit.
Saat ini, OJK memprediksi pertumbuhan kredit perbankan pada kisaran 7%-8% hingga akhir tahun 2016. Adapun total kredit bank sebesar Rp 4.243,9 triliun per September 2016 atau tumbuh 6,42% dibandingkan posisi Rp 3.987,7 triliun per September 2015. Angka pertumbuhan itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 6,8% (yoy) di bulan Agustus 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)