kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.853   13,00   0,08%
  • IDX 8.313   32,39   0,39%
  • KOMPAS100 1.169   5,10   0,44%
  • LQ45 843   5,79   0,69%
  • ISSI 296   1,38   0,47%
  • IDX30 445   3,24   0,73%
  • IDXHIDIV20 533   3,70   0,70%
  • IDX80 130   0,64   0,49%
  • IDXV30 144   1,06   0,75%
  • IDXQ30 143   1,08   0,76%

AAJI Nilai Masih Terbuka Peluang Asuransi Jiwa Lokal Memperbesar Aset


Rabu, 25 Februari 2026 / 08:35 WIB
AAJI Nilai Masih Terbuka Peluang Asuransi Jiwa Lokal Memperbesar Aset
ILUSTRASI. Pertumbuhan Nasabah Asuransi Jiwa di Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan 10 asuransi jiwa dengan aset terbesar per Desember 2025, perusahaan berbentuk joint venture atau usaha patungan antara perusahaan lokal dan asing masih mendominasi industri. 

Menilik riset laporan keuangan masing-masing perusahaan (unaudited) per Desember 2025, terdapat 8 perusahaan asuransi jiwa berbasis joint venture, sedangkan hanya ada 2 perusahaan asuransi jiwa yang dimiliki lokal.

Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai masih terbuka peluang bagi perusahaan asuransi jiwa milik lokal untuk memperbesar aset demi merangsek posisi 10 besar ke depannya.

Baca Juga: Perusahaan Asuransi Jiwa Joint Venture Dominasi Top 10 Aset, Ini Kata AAJI

Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan hal itu dipicu masih luasnya potensi pasar asuransi jiwa di Indonesia. Dia bilang penetrasi asuransi jiwa berdasarkan populasi hingga September 2025 baru mencapai sekitar 7,9%.

Seiring dengan hal itu, tren literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan juga menunjukkan perkembangan yang makin positif. 

"Kondisi itu membuka ruang yang sama, baik bagi perusahaan lokal maupun joint venture, untuk memperluas jangkauan perlindungan ke berbagai segmen masyarakat," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).

Bagi perusahaan lokal, Emira mengatakan terdapat beberapa keunggulan utama untuk bisa merangsek naik. Dia bilang keunggulannya, yakni terletak pada pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik, kebutuhan, serta perilaku masyarakat Indonesia. 

Baca Juga: Zurich Life: Suku Bunga 4,75% Beri Kepastian Investasi Asuransi Jiwa

"Pemahaman itu menjadi modal penting dalam menentukan target market atau niche market yang lebih spesifik, serta menghadirkan inovasi produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut," tuturnya.

Emira menerangkan pendekatan itu sudah mulai terlihat di beberapa perusahaan nasional yang mengembangkan produk dan strategi distribusi disesuaikan dengan basis nasabahnya.

Selain itu, dia bilang transformasi digital makin memperbesar peluang perusahaan lokal untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses layanan, serta menghadirkan pengalaman nasabah yang lebih relevan dan personal. 

"Dengan strategi segmentasi yang tepat dan inovasi produk yang terarah, peluang perusahaan lokal untuk memperkuat posisinya dalam struktur industri tetap terbuka lebar," kata Emira.

Berdasarkan riset, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menduduki posisi pertama perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar, nominalnya mencapai Rp 67,49 triliun per Desember 2025.

Baca Juga: Tokio Marine Life Sebut Volatilitas IHSG Berpotensi Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham

Adapun perusahaan tersebut mayoritas dimiliki Manulife Financial (Singapore) Pte.Ltd sebesar 95%.

Pada posisi kedua ada PT Indolife Pensiontama dengan nilai aset mencapai Rp 65,47 triliun per Desember 2025. Mayoritas kepemilikan perusahaan, yakni PT Lintas Sejahtera Langgeng 49,73% dan PT Cakra Intan Sakti sebesar 49,73%.

Selanjutnya, posisi ketiga ditempati PT Prudential Life Assurance dengan aset per Desember 2025 mencapai Rp 61,62 triliun. Adapun perusahaan itu mayoritas dimiliki Prudential Corporation Holdings Limited sebesar 94,62%.

Posisi keempat ditempati PT Axa Mandiri Financial Services dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 43,97 triliun. Pemegang saham mayoritas perusahaan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 51%, National Mutual International Pty. Ltd sebesar 49%.

Posisi kelima ditempati PT AIA Financial dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 42,88 triliun. Mayoritas dimiliki AIA International Limited sebesar 94,99%.

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT AMB Insurance Broker

Selanjutnya, PT Asuransi Allianz Life Indonesia menempati posisi keenam dengan nilai aset per Desember 2025 sebesar Rp 37,27 triliun. Mayoritas dimiliki Allianz of Asia Pacific & Africa GmbH 99,76%.

Posisi ketujuh ditempati PT Asuransi Jiwa IFG dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 32,77 triliun. Mayoritas dimiliki PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) 99,99%.

Posisi kedelapan diisi PT BNI Life Insurance dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 28,73 triliun. Adapun mayoritas dimiliki PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 60% dan Sumitomo Life Insurance Company 39,99%.

Baca Juga: Avrist Assurance Nilai Agen Asuransi Punya Peran Penting bagi Kinerja Perusahaan

Sementara itu, PT Asuransi BRI Life menduduki posisi kesembilan dengan nilai aset sebesar Rp 27,51 triliun. Mayoritas dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 51,00% dan FWD Manajemen Holdings 43,96%.

Posisi kesepuluh ada PT Asuransi Jiwa Sequis Life dengan nilai aset per Desember 2025 sebesar Rp 23,43 triliun. Adapun mayoritas dimiliki PT Sequis sebesar 68,34%, kemudian PT Gunung Sewu Kapital sebesar 31,65%. 

Selanjutnya: Saham DOID Anjlok 35%, Mengapa Analis Justru Rekomendasi Beli?

Menarik Dibaca: Jadwal German Open 2026, 1 Wakil Indonesia Bertanding Perebutkan Tiket 16 Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×