kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.897   42,00   0,25%
  • IDX 7.874   -229,46   -2,83%
  • KOMPAS100 1.107   -33,03   -2,90%
  • LQ45 810   -19,08   -2,30%
  • ISSI 276   -9,30   -3,26%
  • IDX30 424   -8,68   -2,01%
  • IDXHIDIV20 511   -9,49   -1,82%
  • IDX80 124   -3,34   -2,63%
  • IDXV30 138   -3,78   -2,67%
  • IDXQ30 138   -2,09   -1,49%

OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata Pengamat


Jumat, 06 Februari 2026 / 12:18 WIB
OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata Pengamat
ILUSTRASI. Kinerja multifinance di tahun 2026 diprediksi sulit tercapai akibat gejolak global dan pasar otomotif.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara Year on Year (YoY) pada 2026.

Pengamat Industri Pembiayaan Jodjana Jody menilai, proyeksi piutang pembiayaan yang dicanangkan OJK tersebut berpeluang untuk tercapai.

"Masih ada peluang. Saya rasa target OJK cukup realistis mengingat pemerintah juga menjanjikan akan memperkuat likuiditas dan pengucuran kredit. Selain itu, bisa terealisasi apabila tingkat suku bunga bisa bertahan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).

Meskipun demikian, Jody tak memungkiri terdapat sejumlah tantangan yang akan menghadang kinerja industri multifinance pada tahun ini.

Baca Juga: BCA Targetkan Penyaluran KPR Tumbuh 7% pada 2026, Ini Penopangnya

Dia mengatakan ketidakpastian ekonomi yang disebabkan geopolitik bisa saja menekan kinerja multifinance dan ada potensi masih belum pulihnya pasar otomotif nasional.

"Kelihatannya tahun ini juga masih berat, mengingat goncangan global yang masih tinggi, disertai ketidakpastian sektor keuangan dalam negeri," tuturnya.

Jody menerangkan kondisi pasar keuangan yang diliputi ketidakpastian dikhawatirkan akan membuat konsumen lebih hati-hati mengeluarkan dana untuk membeli barang-barang. Dengan demikian, akan turut berpengaruh ke pertumbuhan pembiayaan multifinance. 

Menurut Jody, sektor pasar otomotif tahun ini juga diperkirakan stabil seperti angka tahun lalu yang berkisar di 830-850 ribu penjualan saja, sedangkan penjualan roda dua kemungkinan masih sekitar 6,5 juta unit.

Oleh karena itu, dia menyampaikan perusahaan multifinance mesti lebih teliti melihat sektor-sektor potensial yang bisa bertumbuh, serta melihat wilayah mana saja yang memiliki potensi. 

Baca Juga: Prudential Indonesia: Kebutuhan Masyarakat Terhadap Asuransi Masih Besar di 2026

"Pada tahun lalu, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, pertumbuhan konsumsinya lebih baik dari Pulau Jawa. Tentu tahun ini mesti memantau tren tersebut masih berlanjut atau tidak," ucapnya.

Selain itu, Jody menilai perusahaan multifinance masih perlu melakukan diversifikasi pembiayaan pada tahun ini, sehingga tidak bergantung pada sektor otomotif saja.

Asal tahu saja, piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh tipis sebesar 0,61% YoY, dengan nilai mencapai Rp 506,5 triliun pada akhir 2025. Jody berpendapat tertekannya sektor pasar otomotif pada tahun lalu juga turut menyumbang pertumbuhan tipis itu.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengaku optimistis terhadap proyeksi industri pada 2026.

"Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dan kebijakan yang saat ini diambil, kami optimis dengan jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada 2026," katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Sebagai informasi, data OJK mencatat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per akhir 2025 sebesar 2,51%. Angkanya terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,44%.

Selanjutnya: BCA Targetkan Penyaluran KPR Tumbuh 7% pada 2026, Ini Penopangnya

Menarik Dibaca: Harga Emas Global Menguji Naik Setelah Tumbang 3,7% Kemarin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×