Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menilai kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi masih besar pada 2026.
Vice President Director Prudential Indonesia Vikas Sinha mengatakan hal itu dipicu seiring meningkatnya kesadaran masyarakat atas kebutuhan asuransi.
"Prospek asuransi masih ada peluang untuk pertumbuhan," katanya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: OJK: IASC Terima 448.442 Laporan Kasus Penipuan hingga 31 Januari 2026
Lebih lanjut, Vikas menerangkan ada banyak peluang yang bisa dioptimalkan perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memberikan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang sesuai profil risiko.
Salah satu peluangnya, yakni adanya pergeseran demografi yang didominasi generasi Milenial dan Gen Z dengan jumlahnya mencapai 54% dari total populasi di Indonesia.
Oleh karena itu, Vikas mengatakan pihaknya berkomitmen untuk tetap melanjutkan strategi perusahaan guna meningkatkan kinerja melalui solusi keuangan dan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau, serta berorientasi pada nasabah (customer-centric).
Untuk mendorong pertumbuhan bisnis, dia bilang Prudential Indonesia akan terus menghadirkan inovasi produk baru dengan fitur yang membedakan dan adanya layanan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Dari sisi produk, Vikas menyampaikan Prudential Indonesia memiliki produk perlindungan yang memberikan manfaat dana tunai pasti, seperti PRUSmart Plan.
Dengan demikian, dapat menjadi opsi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kepastian imbal hasil atau manfaat dana tunai di tengah volatilitas pasar saat ini.
Saat ini, dia menyebut pihaknya juga tengah mempersiapkan produk baru yang akan membantu generasi muda memiliki perencanaan keuangan lebih terstruktur, serta tetap fleksibel dengan manfaat dana mapan pasti dan tidak terpengaruh volatilitas pasar.
Produk itu bertujuan untuk melindungi kondisi keuangan nasabah, sekaligus memberikan manfaat dana mapan untuk masa depan.
"Dengan demikian, mereka dapat menjadi mandiri secara finansial dan tidak menjadi beban bagi keluarga, sehingga dapat membantu dalam menghentikan fenomena generasi sandwich," tuturnya.
Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rp 960 Miliar per Akhir 2025
Sementara itu, Vikas menerangkan Prudential Indonesia juga akan mengembangkan jaringan distribusi, terutama untuk menangkap peluang pasar generasi Milenial dan Gen Z.
Selain itu, Prudential Indonesia terus melakukan kegiatan kampanye kepada nasabah existing maupun demi menggaet nasabah baru melalui media konvensional maupun media sosial. Hal itu dilakukan guna menginformasikan produk atau layanan baru yang dihadirkan.
Dari sisi tenaga pemasar, Vikas menilai peran mereka akan terus dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam melakukan literasi asuransi kepada masyarakat Indonesia.
Dia bilang, Prudential akan terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pemasar dengan beragam pelatihan dan sertifikasi yang wajib dimiliki.
"Kami juga terus membuat program untuk memperluas distribusi dengan menambah jumlah tenaga pemasar, khususnya demi menarik minat Gen Z untuk berprofesi sebagai tenaga pemasar," ungkapnya.
Prudential Indonesia menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan mitra perbankan melalui kehadiran produk bancassuarance yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mitra.
Baca Juga: Begini Strategi OJK Dorong Kredit UMKM yang Lesu
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di situs resmi, Prudential Indonesia mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 2,08 triliun pada 2025. Nilainya mengalami kenaikan sebesar 34,19% secara Year on Year (YoY).
Sementara itu, Prudential Indonesia mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 21,07 triliun pada 2025, atau naik sebesar 1,54% secara YoY.
Selanjutnya: OJK: IASC Terima 448.442 Laporan Kasus Penipuan hingga 31 Januari 2026
Menarik Dibaca: Harga Emas Global Menguji Naik Setelah Tumbang 3,7% Kemarin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













