kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.950   48,00   0,28%
  • IDX 7.597   -343,19   -4,32%
  • KOMPAS100 1.058   -53,21   -4,79%
  • LQ45 772   -33,74   -4,19%
  • ISSI 269   -14,36   -5,07%
  • IDX30 410   -16,74   -3,92%
  • IDXHIDIV20 502   -16,83   -3,24%
  • IDX80 119   -5,83   -4,68%
  • IDXV30 136   -5,17   -3,67%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,64%

OJK Siapkan New RBC untuk Asuransi Ekuitas Jumbo, Finalisasi Ditargetkan 2026


Rabu, 04 Maret 2026 / 11:55 WIB
OJK Siapkan New RBC untuk Asuransi Ekuitas Jumbo, Finalisasi Ditargetkan 2026


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menguji coba metode pengukuran kesehatan atau solvabilitas keuangan berbasis Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 melalui skema New Risk Based Capital (RBC).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, uji coba New RBC ditujukan bagi perusahaan asuransi dan reasuransi dengan ekuitas di atas Rp 5 triliun.

“Dalam rangka penguatan dan pengembangan industri PPDP, OJK saat ini sedang menyusun kajian mengenai penyusunan laporan rencana bisnis dan laporan aktuaris berbasis PSAK 117 dan uji coba New RBC untuk perusahaan asuransi dan reasuransi yang memiliki ekuitas di atas Rp 5 triliun,” ujar Ogi dalam konferensi pers RDKB OJK, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: IFG Life Berbalik Rugi di Kuartal III-2025, Namun Premi dan RBC Tetap Tumbuh

Namun sampai saat ini, OJK masih melakukan kajian komprehensif terkait penyesuaian kerangka RBC dengan melibatkan konsultan independen, benchmarking internasional, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Kajian tersebut termasuk quantitative impact study dan evaluasi kualitatif guna memastikan kerangka RBC yang diperbarui lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive), selaras dengan praktik internasional, serta relevan dengan perkembangan standar akuntansi dan profil risiko industri asuransi.

OJK menargetkan penyesuaian ketentuan RBC dapat difinalisasi pada 2026. Adapun implementasinya akan dilakukan secara bertahap mulai 2027, yang diawali dengan uji coba kepada industri.

Baca Juga: OJK Beberkan Tantangan Industri Asuransi, dari Bencana Alam hingga Spin Off Syariah

“Implementasinya secara bertahap mulai 2027 dan tentunya akan dilakukan uji coba terlebih dahulu kepada industri,” kata Ogi.

Sebagai informasi, pendapatan premi asuransi komersial per Januari 2026 mencapai Rp 36,38 triliun atau tumbuh 4,67% YoY. Secara rinci, premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 6,15% YoY dengan nilai Rp 17,97 triliun. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 17,92% YoY menjadi Rp 18,42 triliun.

Adapun RBC industri asuransi jiwa secara agregat tercatat sebesar 478,06%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi sebesar 323,47%. Kedua rasio tersebut masih berada jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan sebesar 120%.

Baca Juga: Aset Industri Asuransi Tumbuh 5,96% per Januari 2026, Capai Rp 1.214,82 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×