kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

OJK Terapkan Pendekatan Baru untuk Dorong Penyaluran Kredit UMKM


Sabtu, 16 Agustus 2025 / 15:18 WIB
OJK Terapkan Pendekatan Baru untuk Dorong Penyaluran Kredit UMKM
ILUSTRASI. Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Ananda Gibran Rakabuming, bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri meninjau pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (7/8/2025). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan pendekatan baru untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan pendekatan baru untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Langkah ini ditempuh menyusul perlambatan pertumbuhan kredit UMKM yang hanya naik 2% secara tahunan (year on year/yoy) per Juni 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa seluruh aspek terkait kredit UMKM, termasuk target pertumbuhan, wajib tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). 

Dengan begitu, penyaluran kredit UMKM dapat lebih terpantau dan dipermudah.

Baca Juga: Dorong Kredit UMKM, OJK Akan Pantau Penyalurannya di Setiap Bank

Menurut Dian, pencantuman kredit UMKM dalam RBB memungkinkan OJK untuk memantau perkembangan perbankan sejak tahap perencanaan, asesmen, hingga penyaluran. 

“Yang paling penting adalah kapasitas bank. Mereka yang menyalurkan kredit, jadi perlu dilihat apakah masih ada kelemahan di sistem atau tidak,” ujarnya, Kamis (14/8).

Ia menambahkan, apabila ditemukan kelemahan dalam sistem perbankan untuk menyalurkan kredit UMKM, OJK siap membantu agar prosesnya lebih akomodatif. 

Dengan mekanisme baru ini, Dian berharap penyaluran kredit UMKM dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing bank, tidak lagi diseragamkan seperti aturan sebelumnya yang menetapkan porsi tertentu.

Baca Juga: OJK Bakal Turun Tangan Terhadap Bank yang Malas Salurkan Kredit UMKM

Lebih jauh, Dian menjelaskan bahwa penetapan target dalam RBB biasanya melalui proses negosiasi. Hal ini dianggap wajar dan kerap menjadi bahan diskusi dalam prudential meeting.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menilai langkah OJK tersebut menunjukkan pemahaman regulator terhadap perbedaan kondisi dan fokus bisnis masing-masing bank.

Menurutnya, pencantuman kredit UMKM dalam RBB sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor UMKM. “Tahun lalu, kami mencatat pertumbuhan kredit UKM yang cukup baik, sekitar 9%–9,5%,” kata Lani.

Baca Juga: OJK Bakal Langsung Tangani Bank yang Malas Salurkan Kredit UMKM

Meski demikian, perlambatan pertumbuhan kredit UMKM saat ini juga diiringi dengan memburuknya kualitas aset. 

Total kredit UMKM per Juni 2025 tercatat sebesar Rp1.404 triliun atau tumbuh 2,18% yoy. Namun, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) naik menjadi 4,49%, lebih tinggi dibanding Mei yang masih 4,41%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×