Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) memastikan transformasi digital yang dijalankan perseroan tidak akan diikuti dengan pengurangan jumlah karyawan maupun penutupan jaringan kantor cabang.
Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengatakan hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana melakukan efisiensi tenaga kerja sebagai dampak dari digitalisasi.
"Saat ini OK Bank tidak ada upaya pengurangan jumlah pegawai. Pengelolaan SDM dilakukan sesuai kebutuhan bisnis dan operasional bank. Digitalisasi yang kami lakukan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses, produktivitas, dan kualitas layanan, bukan untuk mengurangi jumlah karyawan," ujar Efdinal kepada Kontan.co.id.
Menurut dia, perubahan jumlah karyawan yang terjadi selama ini merupakan dinamika organisasi yang normal, seperti proses rekrutmen, pengunduran diri, maupun pensiun.
Karena itu, digitalisasi tidak dijadikan sebagai instrumen untuk menekan jumlah tenaga kerja, melainkan untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis dan mendukung pertumbuhan usaha perseroan.
Baca Juga: Likuiditas Bank Masih Longgar: OJK Proyeksi Kredit Tumbuh di Atas 10% pada 2026
"Digitalisasi di OK Bank tidak diarahkan sebagai instrumen untuk mengurangi jumlah tenaga kerja, tetapi untuk meningkatkan efektivitas proses kerja dan mendukung perkembangan bisnis," katanya.
Meski tidak mengurangi jumlah pegawai, Efdinal mengakui kebutuhan terhadap talenta digital semakin meningkat seiring perkembangan teknologi dan transformasi industri perbankan.
Ia menyebut kompetensi di bidang teknologi informasi (IT), data analytics, artificial intelligence (AI), cybersecurity, hingga digital banking menjadi keahlian yang semakin dibutuhkan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan.
Di sisi lain, OK Bank juga belum berencana mengurangi jaringan kantor cabang maupun jumlah petugas layanan (frontliner). Perseroan menilai layanan digital dan kantor cabang memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam melayani kebutuhan nasabah.
"Saat ini OK Bank tidak memiliki rencana untuk mengurangi jaringan cabang maupun frontliner sebagai dampak dari digitalisasi. Kami melihat kanal digital dan jaringan cabang sebagai dua layanan yang saling melengkapi," ujar Efdinal.
Baca Juga: CNAF Catat Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Rp1,06 Triliun hingga Juni 2026
Menurutnya, layanan digital memang mempermudah nasabah dalam bertransaksi. Namun, kantor cabang tetap memiliki peran penting untuk memberikan layanan konsultasi, membangun hubungan dengan nasabah, serta menangani kebutuhan layanan yang memerlukan interaksi langsung.
Efdinal menambahkan, efisiensi yang ingin dicapai melalui digitalisasi bukan sekadar penghematan biaya pegawai, melainkan peningkatan produktivitas, percepatan proses bisnis, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
"Bagi kami, efisiensi bukan semata-mata mengenai pengurangan biaya pegawai, melainkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat proses, dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
