kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45737,15   -5,22   -0.70%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.43%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

OTP beralih ke WhatsApp, Telegram dan Line, ini peringatan pakar digital forensik


Senin, 10 Agustus 2020 / 22:40 WIB
OTP beralih ke WhatsApp, Telegram dan Line, ini peringatan pakar digital forensik
ILUSTRASI. Penggunaan aplikasi perbankan digital.

Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Demi keamanan, ketika melakukan transaksi digital finansial menjalankan transaksi online lain, masyarakat harus memasukkan  one-time password atau  OTP. Tujuannya  menjaga pemilik akun dari masalah. Misalnya pencurian dan penyalahgunaan atas akun. 

Kode OTP tersebut dikirim melalui SMS kepada nomor yang didaftarkan pemilik akun. Namun belakangan beberapa e-commerce dan perbankan nasional mengalihkan pengiriman kode OTP melalui platform over the top (OTT) seperti Telegram, Line dan WhatsApp.


CEO & Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Zukri Alamsyah mengatakan,  layanan OTT pesan instan tak ada intervensi dari operator. Secara teoritis OTP  langsung sampai kepada user.  Namun yang patut menjadi perhatian, adalah banyak kasus pembajakan atau penguasaan akun WhatsApp.

Orang yang tak bertanggung jawab tersebut menggunakan aplikasi tertentu akan mampu dengan mudah menguasai Whatsapp. “Jika  bank tidak percaya kepada pihak ketiga karena ada isu SIM swap kemarin, alasan keamanan belum tentu sesuai untuk melakukan migrasi pengiriman OTP dari SMS ke OTT pesan instan. Perpindahan OTP ke OTT  itu tak efektif dan tidak optimal untuk isu keamanan. Menguasai aplikasi OTT pesan instan jauh lebih mudah ketimbang menguasai SMS,” terang Ruby, dalam pernyataan tertulis ke Kontan.co.id, Senin (10/8). 

Ia berharap, baik perbankan maupun e-commerce dapat mengutamakan faktor keamanan pelanggan di atas faktor lain. Sehingga jangan sampai masyarakat dirugikan. Dan perbankan atau e-commerce jangan enyalahkan masyarakat jika ada pembobolan rekening nasabah akibat OTP yang dikirimkan melalui OTT pesan instan.  “Jangan sampai di kemudian hari perbankan dan e-commerce menyalahkan pelanggan yang tidak mengamankan aplikasi OTT pesan instan,” tegas Ruby.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×