kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.053   -58,00   -0,32%
  • IDX 6.233   46,76   0,76%
  • KOMPAS100 816   5,39   0,66%
  • LQ45 622   2,90   0,47%
  • ISSI 215   1,36   0,63%
  • IDX30 350   1,53   0,44%
  • IDXHIDIV20 431   1,11   0,26%
  • IDX80 93   0,55   0,59%
  • IDXV30 118   0,51   0,43%
  • IDXQ30 112   0,30   0,27%

Pandemi corona bikin aksi akuisisi bank oleh investor asing kian ramai?


Kamis, 09 Juli 2020 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di ATM Bank Bukopin, Jakarta, Selasa (30/06/2020). Selama pandemi, sejumlah investor asing melakukan akuisisi atau menambah kepemilikannya di bank-bank di Indonesia. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Dalam pengumuman resminya, suntikan modal dari Kasikorn bakal digunakan Bank Maspion untuk mengembangkan platform digital. Sekaligus untuk memenuhi syarat modal inti minimum dari OJK senilai Rp 3 triliun pada 2022 mendatang.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma bilang, pandemi memang jadi salah satu pemicu makin maraknya aksi akuisisi bank tanah air oleh investor asing. Maklum secara umum valuasi bank juga ikut menurun.

Baca Juga: Pangsa pasar bank cilik makin menciut, OJK soroti soal penguatan modal

“Selain itu, investor asing tertarik masuk karena marjin bunga bersih di Indonesia juga masih tinggi dibandingkan regional. Di sisi lain, jika mau mendirikan bank baru, kans buat tumbuh umumnya lebih sulit,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (9/7).

Meski demikian akibat maraknya aksi akuisisi sejak beberapa tahu terakhir, Suria menaksir ke depan tren ini tak akan semarak, meningkat ketersediaan bank yang bisa diakuisisi juga makin menipis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×