kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45972,21   -0,45   -0.05%
  • EMAS926.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Pasar uang dan obligasi masih menjadi portofolio andalan DPLK di tahun ini


Senin, 27 September 2021 / 08:25 WIB
Pasar uang dan obligasi masih menjadi portofolio andalan DPLK di tahun ini

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 telah menekan berbagai lini ekonomi nasional. Untungnya, di tengah kondisi tersebut, industri dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) berhasil menorehkan kinerja positif.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset DPLK sebesar 6% yoy menjadi Rp 117 triliun pada Juli 2021. Walau tumbuh melandai, dana pensiun tersebut masih berkontribusi terhadap kinerja industri keuangan nasional. 

Ketua Umum Perkumpulan DPLK Nur Hasan memperkirakan peningkatan tersebut bisa berlanjut sampai akhir tahun. Bahkan, asosiasi memperkirakan aset industri DPLK bisa tumbuh lebih besar yakni 10%-12% secara yoy karena didukung berbagai faktor.

"Tentunya pertumbuhan peserta akan di dukung oleh beberapa faktor seperti, pertumbuhan ekonomi dan juga kesadaran dari pekerja dan perusahaan atau pemberi kerja untuk bisa memberikan cadangan kompensasi pasca kerja atau pensiun bagi karyawannya," jelasnya kepada kontan.co.id, Minggu (26/9).

Baca Juga: Jumlah Peserta Dana Pensiun Terus Bertambah

Hingga saat ini, Nur Hasan mengaku portofolio aset andalan DPLK yaitu, pasar uang dan obligasi dengan pemain DPLK yang berada di posisi teratas yaitu DPLK BUMN. "Pemain DPLK terkemuka adalah DPLK BUMN," kata Nur Hasan.

Sementara itu, bisnis Program Pensiun Iuran Pasti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk laris manis pada semester I tahun ini.

Posisi Realisasi Dana Kelolaan DPLK BNI per Semester I 2021 mencapai lebih dari Rp 23 triliun atau di kisaran 21% dari Total Dana DPLK sebesar kurang lebih Rp 110 Triliun. Sedangkan Portofolio DPLK BNI per Semester I 2021 tumbuh cukup baik mencapai Rp 23 triliun

Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan mengatakan, sesuai dengan rencana bisnis perusahaan, Dana Kelolaan diharapkan akan tembus di atas Rp 24 triliun hingga akhir tahun.

"Kami optimis dapat mencapai angka tersebut karena kami memiliki strategi bisnis untuk lebih fokus mengoptimalkan sinergi BNI Grup untuk memberikan solusi keuangan kepada nasabah BNI Grup," ujar Henry.

Henry menyatakan, DPLK BNI memiliki 7 Paket Investasi sesuai dengan preferensi dan risk appetite Peserta. Paket Investasi unggulan yang BNI miliki adalah Paket Investasi Simponi Moderat dengan komposisi 50% Deposito/Pasar Uang dan 50% Obligasi.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×