Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Seiring tren pertumbuhan kredit yang positif jelang penghujung kuartal ketiga tahun ini, produk buy now pay later (BNPL) perbankan terpantau berhasil mempertahankan pertumbuhan double digit.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan data pada sistem layanan informasi keuangan (SLIK), mencatat produk paylater perbankan berhasil mencetak kinerja positif dengan pertumbuhan baki debet kredit mencapai 29,1% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp 31,41 triliun per Agustus 2026.
Meski memang, capaian tersebut melambat dari pertumbuhan 31,22% YoY pada bulan sebelumnya.
Secara umum, porsi produk kredit paylater perbankan setara 0,34% dari total baki kredit perbankan.
Baca Juga: BNP Paribas AM Rampungkan Merger dengan AXA IM Select Indonesia
Dari sisi basis pengguna, jumlah rekening paylater juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga Agustus 2026, jumlah rekening tercatat sebanyak 34 juta, naik dibandingkan posisi Juli 2026 yang mencapai 33,5 juta rekening.
Hal ini mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan paylater di kalangan masyarakat. Pada dasarnya, pertumbuhan positif paylater perbankan berjalan seiring dengan kinerja kredit perbankan secara keseluruhan.
OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 13,65% YoY menjadi Rp 9.178 triliun pada periode yang sama, melanjutkan tren pertumbuhan 13,58% yoy pada bulan sebelumnya.
Seiring dengan ekspansi kredit tersebut, kualitas aset perbankan juga terpantau terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) mengalami penurunan, dengan NPL gross naik tipis menjadi 2,11% dari sebelumnya 2,1%.
Sementara itu, NPL net tetap terjaga di level rendah 0,84%, dari posisi 0,81% pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: OJK Beberkan Tiga Jurus Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Dari sisi likuiditas, industri perbankan nasional juga berada dalam kondisi yang memadai. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 10,94% yoy menjadi Rp 10.413 triliun.
Berbagai indikator likuiditas juga menunjukkan hal serupa. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) turun tipis menjadi 102,3% dari 102,45% pada bulan sebelumnya, pun rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) menjadi 23% dari sebelumnya 23,1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














