Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren pertumbuhan positif pada kredit industri perbankan turut tercermin dari pada kinerja produk buy now pay later (BNPL) perbankan yang masih berhasil mempertahankan pertumbuhan double digit.
Per April 2026, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat produk paylater perbankan berhasil mencetak kinerja positif dengan pertumbuhan baki debet kredit sebesar 37,29% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 29,3 triliun.
Capaian tersebut melanjuti pertumbuhan 24,2% yoy pada bulan sebelumnya. Secara keseluruhan, porsi produk kredit paylater perbankan setara 0,34% dari total baki kredit perbankan.
Dari segi pengguna, jumlah rekening paylater juga terus bertambah dengan catatan terkini sebanyak 31,76 juta rekening. Untuk dibandingkan, pada Maret 2026 jumlahnya sebanyak 30,81 juta rekening.
Baca Juga: Direktur Ritel KB Bank Mengundurkan Diri, Segera Dibahas dalam RUPST
Pada dasarnya pertumbuhan positif paylater perbankan sejalan dengan kredit yang juga berhasil tumbuh positif pada periode ini, yakni sebesar 9,98% yoy menjadi Rp 8.755 triliun. Hasil ini melanjuti pertumbuhan 9,49% yoy pada bulan sebelumnya.
Namun begitu, kualitas kredit perbankan turun tipis. Yang mana, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) naik, dengan NPL gross naik menjadi 2,17% dari posisi 2,14% pada bulan sebelumnya serta NPL net naik menjadi 0,84% dari posisi 0,83% pada bulan sebelumnya.
Dari segi likuiditas, pendanaan perbankan juga masih cukup solid dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,4% yoy menjadi Rp 10.077 triliun, melandai dari pertumbuhan 13,55% yoy pada bulan sebelumnya.
Sejalan dengan itu, rasio pendanaan terhadap kredit alias loan to deposit ratio (LDR) perbankan naik menjadi 86,88% dari posisi 84,64% pada bulan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













