Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pefindo menetapkan peringkat idAA- dengan prospek stabil terhadap PT Asuransi Central Asia (ACA). Peringkat ini ditetapkan berdasarkan posisi induk ACA yang kuat terlihat dari tingkat permodalan serta profil likuiditasnya.
Namun, peringkat ACA masih dibatasi oleh kinerja operasional uang moderat serta paparan terhadap volatilitas pasar modal. Menurut Analis Pefindo, Adrian Noer, peringkat ACA dapat dinaikkan jika mencatatkan kinerja yang signifikan dan berkelanjutan sehingga memperkuat posisi bisnisnya. “Kinerja operasional juga harus membaik secara konsisten,” terang dia dalam riset pada Jumat (27/2/2026).
Sebaliknya, peringkat ACA bisa diturunkan kembali oleh Pefindo jika perusahaan mengalami pelemahan substansial pada posisi bisnis jika kinerja operasional dan indikator likuiditas menurun secara signifikan.
Baca Juga: 17 Tahun Berdiri, PT SMI Salurkan Pembiayaan Mencapai Rp 274,96 Triliun
Sejak mulai berlakunya PSAK 117 mengadopsi IFRS 17, Pefindo mengaku akan terus memantau implementasi secara cermat termasuk hasil audit pertama untuk tahun 2025. Pefindo juga akan menyesuaikan metodologi sesuai kebutuhan untuk memastikan peringkat tetap relevan dan objektif.
Standar PSAK 117 ini memperkenalkan standar pendekatan pengukuran nilai pemenuhan saat ini dan pengakuan langsung kerugian pada onerous contract. Menurut Pefindo, efeknya lebih besar pada portofolio jangka panjang. Pasalnya, perusahaan asuransi memiliki ketergantungan pada estimasi arus kasa masa depan dan asumsi ekonomi jangka panjang.
Merujuk pada pengalaman IFRS 17 global, hasil pelaporan mungkin membutuhkan waktu untuk stabil selama periode transisi. Karena laporan keuangan auditan yang menerapkan PSAK 117 belum tersedia, Pefindo akan tetap menggunakan PSAK 104 sebagai referensi utama untuk menjaga konsistensi di seluruh periode pemeringkatan sambil mempertimbangkan perkembangan material yang timbul dari transisi.
Pada tahun 2025, ACA membukukan premi sebesar Rp 1,78 triliun dengan klaim sebesar Rp 862,6 miliar. Sementara laba setelah pajak mencapai Rp 631,2 miliar.
Realisasi kinerja tersebut naik dari tahun 2024, di mana ACA membukukan premi sebesar Rp 1,48 triliun dengan klaim sebesar Rp 787,3 miliar. Adapun laba setelah pajak ACA mencapai Rp 598,7 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













