kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Asuransi Central Asia (ACA) Proteksi Aset EBT, Premi Asuransi Energi Melonjak 66% YoY


Minggu, 08 Februari 2026 / 13:21 WIB
Asuransi Central Asia (ACA) Proteksi Aset EBT, Premi Asuransi Energi Melonjak 66% YoY
ILUSTRASI. ACA berhasil meraup premi Rp 379,17 miliar dari asuransi EBT, tumbuh 66% YoY. Cari tahu aset EBT apa saja yang diproteksi untuk keuntungan Anda. (Dok/ACA)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) menyatakan telah memproteksi sejumlah aset yang berkaitan dengan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Kepala Divisi Asuransi Energi dan Properti ACA Mohamad Baihaqi mengatakan aset yang diproteksi umumnya didominasi oleh proyek-proyek yang sudah memiliki skala ekonomis stabil dan teknologi yang teruji.

"Secara spesifik, jika melihat portofolio asuransi korporasi dan kategori energy and engineering mereka, mayoritas aset yang diproteksi meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dan aset dalam tahap konstruksi (Erection All Risks)," katanya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).

Terkait PLTA, Baihaqi menjelaskan ACA banyak terlibat dalam memproteksi PLTA skala besar maupun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM). Dia bilang aset yang di-cover berupa bendungan (dam), turbin, generator, dan jaringan transmisi.

Baca Juga: Rasio Klaim Kesehatan RI Mencekik Industri, Asuransi Central Asia (ACA): Idealnya 65%

Dia bilang terdapat risiko utama dalam proteksi tersebut, seperti kerusakan mekanis (machinery breakdown) dan risiko bencana alam, seperti banjir bandang atau tanah longsor yang dapat merusak struktur bendungan.

Mengenai PLTS atap dan skala utilitas, Baihaqi menyebut portofolio sektor itu tumbuh paling cepat, seiring dengan masifnya tren solar panel di industri dan komersial. Dia bilang aset yang di-cover berupa panel fotovoltaik, inverter, dan struktur penyangga.

Adapun risiko utamanya berupa kerusakan akibat cuaca ekstrem, kebakaran akibat korsleting listrik, hingga pencurian panel di lokasi yang terpencil. Baihaqi menyebut ACA sering kali masuk ke segmen itu melalui asuransi properti atau Property All Risks yang diperluas.

Untuk PLTP, Baihaqi menyampaikan aset sektor itu menjadi prioritas bagi asuransi dengan kapasitas besar seperti ACA. Dia menerangkan aset yang di-cover berupa sumur pengeboran saat tahap konstruksi, fasilitas pemurnian uap, dan turbin pembangkit.

Adapun risiko utamanya yakni risiko operasional yang sangat tinggi dan biaya penggantian peralatan yang mahal karena terpapar material korosif dari perut bumi.

Baca Juga: Asuransi Central Asia Berupaya Jaga Rasio Klaim Sebesar 40% hingga Akhir 2025

Lebih lanjut, Baihaqi mengatakan banyak dari aset EBT masih dalam tahap pembangunan. Oleh karena itu, dia menyebut investor biasanya mewajibkan polis Erection All Risks (EAR) untuk melindungi peralatan yang sedang dikirim, baik melalui pengangkutan laut maupun darat, proses pemasangan mesin-mesin pembangkit di lokasi proyek, serta tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga jika terjadi kecelakaan di lokasi proyek.

Secara keseluruhan, Baihaqi mengatakan mayoritas proteksi masih berfokus pada harta benda fisik atau physical assets, karena kematangan teknologi, terutama teknologi air, panas bumi, dan surya, lebih mudah dihitung risikonya oleh para underwriter dibandingkan teknologi baru, seperti amonia hijau atau energi gelombang laut.

Terkait kinerja, Baihaqi mengatakan ACA membukukan pendapatan premi per kuartal IV-2025 dari lini asuransi energi sebesar Rp 379,17 miliar. Dia bilang pertumbuhan lini asuransi energi sebesar 66% secara year on year (YoY). Adapun nilai premi itu memakan porsi sebesar 6,4% dari total premi perusahaan.

Selanjutnya: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×