Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi bisnis bullion atau bank emas pada 2026. Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengatakan tantangannya berasal dari ketidakpastian ekonomi, dinamika harga emas, dan perubahan preferensi atau perilaku masyarakat yang makin cepat.
Selfie menerangkan ketidakpastian ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini membuat Pegadaian terus mengupayakan layanan yang bukan hanya aman, melainkan cepat dan fleksibel juga.
"Selan itu, dinamika harga emas yang cenderung naik signifikan turut menuntut Pegadaian untuk menyusun strategi pengelolaan risiko yang disiplin," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Pegadaian Menilai Tren Penurunan Bi Rate Berpeluang Dongkrak Marjin pada 2026
Selfie juga mengatakan perilaku masyarakat yang cepat berubah mungkin disebabkan adanya peningkatan pemahaman atas kegiatan investasi, peningkatan segmen generasi muda, bahkan kemajuan teknologi juga membuat Pegadaian harus cepat beradaptasi.
Namun, dia menyebut pihaknya melihat tantangan itu dapat menjadi peluang bagi Pegadaian untuk terus berinovasi dan memperkuat peran sebagai bank emas pertama bagi masyarakat di Indonesia.
Untuk meningkatkan kinerja bullion pada 2026, Selfie menyampaikan Pegadaian akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang Pegadaian tahun ini akan berfokus pada inovasi produk dengan mengedepankan kebutuhan masabah melalui perbaikan layanan hingga fitur berdasarkan experience nasabah.
Strategi lainnya, yakni mengintegrasikan seluruh kegiatan marketing, mulai dari aktivitas sampai channel untuk menciptakan branding yang lebih kuat.
Baca Juga: Nilai Kelolaan Bisnis Bullion Pegadaian Tembus 33,7 Ton Sepanjang 2025
"Ditambah, melakukan penguatan penjualan berdasarkan data nasabah. Seluruh strategi tersebut menjadi fokus karena target bisnis bank emas Pegadaian makin challenging pada 2026," kata Selfie.
Terkait kinerja bullion, Selfie menyampaikan nilai kelolaan bisnis bullion atau bank emas Pegadaian mencapai 33,7 ton sepanjang 2025.
"Kelolaan bank emas Pegadaian mencapai 33,7 ton. Di dalamnya ada kinerja tabungan emas, deposito emas, pinjaman modal kerja emas, perdagangan emas, hingga jasa titipan emas korporasi," ungkapnya.
Selfie menerangkan kinerja bank emas Pegadaian itu mencerminkan emas makin dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang aman dan relevan di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang cenderung fluktuatif.
Baca Juga: Bisnis Bullion Pegadaian Catat Perdagangan Emas Rp 11 Triliun per September 2025
Selanjutnya: KPK Tetapkan Bupati Pati Sudewo Sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Jabatan Desa
Menarik Dibaca: Pastikan Kanal Pemesanan Tiket Lebaran Stabil, KAI Lakukan Migrasi Sistem Besok
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













