Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian mengungkapkan, hingga saat ini telah mengelola total emas sekitar 141 ton. Jumlah tersebut berasal dari berbagai lini bisnis, seperti layanan bullion bank, titipan emas, perdagangan emas, hingga produk tabungan emas.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengungkapkan, khusus untuk tabungan emas, total saldo yang dikelola Pegadaian mencapai 19,2 ton dengan sekitar 5,6 juta nasabah.
Pegadaian juga terus memperkuat layanan digital untuk mendorong transaksi emas masyarakat. Salah satunya melalui aplikasi Tring Pegadaian yang memungkinkan masyarakat menabung emas mulai dari Rp 10.000.
"Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah memiliki sekitar 4,8 juta pengguna dengan total 21,2 juta transaksi. Volume transaksi emas melalui aplikasi ini mencapai sekitar 4,8 ton atau sekitar 50% dari total penjualan emas Pegadaian," ungkap Damar di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Intip Strategi Pegadaian untuk Kerja Target Laba Bersih Lebih dari Rp 9 Triliun
Di sisi produksi, anak usaha Pegadaian yakni Galeri 24 juga mencatatkan peningkatan produksi emas hingga 10,2 ton pada 2025. Perusahaan ini juga memiliki kemampuan refinery atau pemurnian emas hingga sekitar 1 ton.
Ke depan, Pegadaian optimistis bisnis emas masih memiliki prospek yang cerah, terutama dengan rencana pengembangan ekosistem bullion bank di Indonesia.
Selain itu, Pegadaian bersama sejumlah pelaku industri emas berencana membentuk asosiasi pasar bullion nasional bernama Indonesia Bullion Market Association. Asosiasi ini ditargetkan dapat resmi diluncurkan pada pertengahan 2026.
“Dengan adanya bullion bank dan ekosistem emas yang semakin kuat, kami optimistis bisnis Pegadaian akan terus berkembang,” imbuh Damar.
Baca Juga: Penjualan Emas Pegadaian Melonjak 191% hingga Februari 2026
Adapun pada 2025 lalu, Pegadaian mencatatkan total aset mencapai Rp 152 triliun. Angka tersebut tumbuh pesat seiring meningkatnya aktivitas bisnis perusahaan.
“Outstanding pembiayaan kami juga sangat tinggi, mencapai Rp 126 triliun atau tumbuh sekitar 40%,” ujarnya.
Dari sisi profitabilitas, Pegadaian mencatatkan laba bersih sebesar Rp 8,35 triliun pada 2025 atau meningkat lebih dari 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini turut didukung oleh peningkatan jumlah nasabah yang kini telah mencapai 31 juta orang.
Kualitas aset perusahaan juga tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Pegadaian tercatat hanya sekitar 0,3%.
“Jadi kualitas pembiayaan kami sangat aman,” ujar Damar.
Baca Juga: Pegadaian Ungkap Strategi untuk Dorong Kinerja Bisnis Bullion pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













