kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.872   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Peluang Pertumbuhan Asuransi Engineering Masih Terbuka hingga Akhir Tahun


Rabu, 23 September 2026 / 07:33 WIB
Peluang Pertumbuhan Asuransi Engineering Masih Terbuka hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Premi lini asuransi engineering turun 14,1% YoY jadi Rp 2,37 triliun pada semester I-2026 dengan klaim lini asuransi ini capai Rp 1,59 triliun (DOK/Jasindo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengungkapkan, peluang pertumbuhan lini asuransi engineering atau rekayasa bagi industri asuransi umum masih terbuka hingga akhir tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, hal itu seiring dengan tetap berlangsungnya berbagai proyek konstruksi, industri, energi, dan investasi di sejumlah sektor. 

"Kami akan terus mencermati perkembangan proyek dan aktivitas investasi hingga akhir tahun, serta mengoptimalkan peluang bisnis yang memiliki prospek dan profil risiko yang sesuai," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: IIF Targetkan Penerbitan Obligasi Baru hingga Rp2 Triliun pada November 2026

Dalam hal itu, Gema menerangkan upaya pertumbuhan tetap akan dijalankan Jasindo, dengan mempertimbangkan kualitas portofolio dan prinsip underwriting yang prudent.

Untuk memperkuat kinerja lini asuransi rekayasa, dia juga bilang Asuransi Jasindo akan terus mengembangkan portofolio secara selektif dengan mempertimbangkan profil dan eksposur risiko masing-masing proyek. 

Hal itu dilakukan melalui penguatan kapabilitas underwriting dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik risiko.

"Ditambah, menerapkan pendekatan Risk Management Partnership dalam membangun kolaborasi dengan mitra dan nasabah," tuturnya.

Gema mengatakan, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Asuransi Jasindo untuk mengembangkan bisnis pada sektor-sektor yang memiliki prospek dan sesuai dengan risk appetite perusahaan, sekaligus menjaga kualitas portofolio dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.

Terkait kinerja, Gema menerangkan, Jasindo juga mengalami tekanan pada lini asuransi engineering pada semester I-2026. Dia menyampaikan hal tersebut dipengaruhi dinamika aktivitas proyek dan investasi, termasuk waktu pelaksanaan dan skala sejumlah proyek. 

"Meski demikian, kinerja asuransi rekayasa tidak hanya bergantung pada proyek pemerintah, tetapi juga dipengaruhi perkembangan proyek swasta serta aktivitas investasi di berbagai sektor," ujar Gema.

Baca Juga: Laba Sejumlah BPD Tetap Tumbuh Meski Kredit Tertekan

Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.

Nilai klaim lini asuransi engineering mencapai Rp 1,59 triliun pada semester I-2026, atau meningkat 78,5% secara YoY.

Adapun lini asuransi engineering berkontribusi sebesar 4,1% terhadap total premi industri asuransi umum. Secara total, asuransi umum mencatatkan premi sebesar Rp 58,19 triliun pada semester I-2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×