kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,83   30,06   4.48%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pemasaran asuransi melalui pialang masih besar


Sabtu, 07 Desember 2019 / 04:25 WIB
Pemasaran asuransi melalui pialang masih besar

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi umum masih mengandalkan pemasaran melalui kanal pialang asuransi. Biasanya, kanal distribusi ini menjaring premi dari tertanggung korporasi.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, kanal asuransi umum tahun lalu masih didominasi oleh pialang dan pemasaran (direct marketing) secara langsung masing-masing 31%. Menyusul agen 13%, bancassurance 9%, lain-lain 10%, dan leasing 6%.

Tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe bilang, sampai saat ini bisnis asuransi masih didominasi oleh jalur distribusi pemasaran secara langsung dan pialang asuransi.

Baca Juga: Asuransi Sinar Mas bayar klaim Rp 682,71 juta ke Potato Head Beach Club Bali

“Biasanya, pengguna jalur pialang adalah tertanggung korporasi yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan informasi tentang risiko dan perusahaan asuransi,” kata Dody kepada Kontan.co.id, Jumat (6/12).

Tugas pialang asuransi adalah menjembatani kepentingan tertanggung untuk menempatkan risiko di perusahaan asuransi yang memiliki reputasi. Jadi, pemilihan pialang asuransi mewakili kepentingan tertanggung atau pemegang polis.

Kontan.co.id mencatatkan, bisnis pialang asuransi diproyeksi meningkat 11%-13% sampai akhir tahun. Jenis asuransi yang paling banyak diperantarakan pialang adalah asuransi properti atau harta benda, asuransi muatan laut dan asuransi kredit.

Baca Juga: Asuransi jiwa masih butuh peran agen di tahun depan

Ambil contoh saja, Tugu Insurance Broker menjaring banyak premi dari asuransi properti, employee benefit dan asuransi kredit. Managing Director Tugu Insurance Broker Harry Purwanto mengatakan, pihaknya akan membidik banyak perusahaan asuransi untuk digandeng. “Ada beberapa, tapi pastinya sekitar enam asuransi yang baru konfirmasi dengan program yang ada saat ini,” ungkap Harry.

Tahun depan Tugu Insurance Broker juga akan meluncurkan e-commerce. Alasannya, perkembangan teknologi marketing saat ini harus diikuti agar bisa tetap bertahan, terutama untuk menjual produk asuransi yang sederhana.

Baca Juga: Ratusan Warga Korea Terjebak di Jiwasraya

Sebenarnya, perusahaan sudah memiliki platform teknologi informasi (IT) dengan menggandeng salah satu provider yang mempunyai basis data.

“Karena masih awal, pasar yang kami sasar dari kanal digital adalah individual walaupun tidak terlalu besar. Apalagi bisnis asuransi tipe ini masih terbatas, kami harapkan kenaikan komisi 7,5% melalui kanal ini dari total premi di 2019,” pungkas Harry.




TERBARU

Close [X]
×