kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Pembayaran elektronik makin diminati


Minggu, 03 Maret 2013 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Lezatnya donat kentang bertekstur lembut dan empuk ketika digigit (Dok/Taste of Home)


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Konsumen di Indonesia kini mulai menggantungkan kebutuhannya pada pembayaran elektronik. Buktinya, sebuah survei menunjukkan, 57% transaksi konsumen tiap bulannya dilakukan menggunakan kartu debit, dan 43% menggunakan kartu kredit. Alasan utama transaksi elektronik tersebut adalah upaya untuk mengontrol penggunaan uang.

Menurut survei Visa bertajuk Global Payments Tracker 2012 (GPT 2012), terungkap, lebih dari 25% konsumen memiliki kartu debit dan 2% konsumen memiliki kartu kredit.

"Meskipun kepemilikan kartu di Indonesia masih rendah, karena masyarakat masih cenderung bergantung pada uang tunai, konsumen kini telah mulai memilih kartu debit sebagai alat pembayaran," kata Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, di Jakarta, Minggu (3/3).

Dia mengatakan, makin diminatinya pembayaran elektronik karena motivasi mereka di balik penggunaan kartu debit yaitu kontrol keuangan (30%) dan menghindari membawa uang tunai (17%). Konsumen sering kali menggunakan kartu debit untuk pembelanjaan di hypermarket/supermarket dan department store.( Eny Prihtiyani/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×