kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Pemberi pinjaman dari luar negeri makin melirik fintech di Indonesia

Rabu, 12 Juni 2019 / 18:34 WIB

Pemberi pinjaman dari luar negeri makin melirik fintech di Indonesia
ILUSTRASI. Roadshow UangTeman

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lender atau pemberi pinjaman dari luar negeri masih melirik fintech di Indonesia. PT Digital Alpha Indonesia atau UangTeman misalnya menyebut pemberi pinjaman asing lebih besar ketimbang dari dalam negeri.

"Sesuai dengan komposisinya, kontribusi penyedia dana pinjaman dari luar negeri lebih besar dari lokal, namun saya tidak punya angkanya," ujar Adrian Dosiwoda, SVP Corporate Affairs UangTeman, kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6).


Menurut dia, selama tahun 2018 para penyedia dana tersebut aktif memberikan pinjaman kepada hampir 200.000 peminjam yang sudah diverifikasi untuk dipilih dan didanai oleh pemberi pinjaman tersebut.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya menyebutkan porsi lender asing masih belum sebesar investor lokal. Setidaknya dari jumlah investor sebanyak 100.000 investor, sementara jumlah lender asing yang aktif jumlahnya ada ribuan.

"Sudah lebih dari 100,000 yang terdaftar, yang aktif juga sudah ribuan. Kalau lender asing sudah cukup oke, namun belum terlalu banyak. Saya yakin akan terus meningkat kalau aturan untuk lender asing lebih jelas," ujarnya.

Di sisi lain, pemain tekfin P2P yang lain yakni Akseleran, masih akan memfokuskan investor dalam negeri meskipun tak memungkiri minat pemberi pinjaman dari luar negeri memang besar.

"Untuk lender luar negeri akan kami fokuskan untuk lender institusi. Jadi bekerja sama dengan lembaga keuangan dari luar negeri," ujar CEO sekaligus Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan.

Menurut dia, jumlah pemberi pinjaman dari kalangan institusi ada lumayan banyak. Pihaknya juga sudah berbicara dengan beberapa bank di Asia Tenggara dan Jepang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede, mengatakan lender dari luar negeri sangat tertarik untuk berinvestasi langsung di Indonesia. Karena pasar lending di Indonesia sangat besar dan para investor tersebut sudah sangat familiar dengan platform fintech di negara asalnya.

Sehingga lender luar negeri cukup agresif berekspansi ke Indonesia yang juga memiliki industri fintech lending yang bertumbuh pesat. Tumbur juga optimis ke depannya jumlah lender asing akan terus meningkat.

"Saya sangat optimis portofolio pemberi pinjaman asing yang semakin meningkat ke depannya di Indonesia seiring dengan semakin berkembang pesatnya penerapan ekonomi digital di Indonesia," ungkap Tumbur.

 


Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0539 || diagnostic_web = 0.2768

Close [X]
×