kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pembiayaan BCA Finance Diprediksi Turun Tahun Depan


Selasa, 11 November 2008 / 14:35 WIB


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kinerja perusahaan pembiayaan alias multifinance tahun depan diprediksi akan melempem. Pasalnya, sejumlah multifinance mengaku akan mengalami penurunan pembiayaan pada tahun depan. Salah satunya adalah BCA Finance.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim bilang, krisis industri keuangan global memaksa para pelaku pembiayaan mengerem ekspansi. "Terus terang saya belum berani memasang target," kata dia kepada  KONTAN.

Yang jelas, Roni berujar, BCA Finance bakal kesulitan mendongkrak pertumbuhan pembiayaan mobil seperti tahun ini. Dia pun memperkirakan pertumbuhan BCA Finance bakal melorot alias minus dibandingkan tahun 2008.

Sampai Oktober 2008, kucuran pembiayaan BCA Finance masih sesuai harapan, yakni di angka Rp 8 triliun. Hingga akhir tahun ditargetkan mencapai Rp 9 triliun. Artinya, angka pembiayaan tahun 2008 bakal bertumbuh 50% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 6 triliun.

Roni berpendapat, untuk tahun depan masalah pendanaan sebenarnya tidak menjadi masalah karena kucuran kredit BCA Finance ditopang induknya PT Bank Central Asia (BCA) Tbk melalui skema joint financing. Bank BCA sanggup menutup 95% porsi pembiayaan, sisanya sebanyak 5% ditutup oleh pendanaan internal BCA Finance.

Mulai tahun depan, BCA Finance juga akan memasang sejumlah strategi. Misalnya, melempar bunga pinjaman sesuai mekanisme pasar, 16% sampai 18% per tahun. Sebelumnya BCA Finance selalu menawarkan bunga di bawah harga pasar, yakni 15% ke bawah. Porsi pembiayaan BCA Finance meliputi mobil baru 75% dan mobil bekas 25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×