kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Pembiayaan Data Center Tumbuh, Bank Tetap Jaga Kualitas Kredit


Minggu, 06 September 2026 / 16:12 WIB
Pembiayaan Data Center Tumbuh, Bank Tetap Jaga Kualitas Kredit
ILUSTRASI. Schneider Electric (DOK/Schneider Electric)


Reporter: Aura Putri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan untuk pengembangan pusat data (data center) terus mengalir seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital. Namun, perbankan tetap selektif dalam menyalurkan kredit ke sektor tersebut.

Mengutip laporan BCA Sekuritas pada Jumat (4/9), anak usaha PT Indointernet Tbk (EDGE), PT Digital Gayana Ekaprana (DGE), memperoleh fasilitas kredit sebesar US$ 530,2 juta dari sejumlah lembaga keuangan untuk pengembangan proyek data center.

Fasilitas tersebut antara lain berasal dari Bangkok Bank, Bank of China Jakarta, First Abu Dhabi Bank, MUFG Bank, Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Bank DBS Indonesia, PT Bank Permata Tbk dan PT Bank OCBC NISP Tbk. Berdasarkan data keterbukaan informasi pada Kamis (3/9), transaksi tersebut dilakukan pada 2 September 2026.

Besarnya kebutuhan pembiayaan data center juga terjadi di kawasan Asia. Mengutip laporan Bloomberg pada Selasa (1/9), kredit untuk proyek data center di kawasan Asia telah mencapai hampir US$ 29 miliar sejak awal 2025. Nilainya telah mencapai rekor US$ 15 miliar sepanjang tahun ini, naik 27% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Namun, lonjakan pembiayaan tersebut mulai membuat bank di Asia Pasifik lebih selektif. Bloomberg melaporkan bahwa perbankan di kawasan ini sudah memiliki eksposur besar terhadap sektor data center.

PT Bank Permata Tbk (BNLI) masih melihat ruang untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor data center. Direktur Corporate Banking Permata Bank, Evi Hiswanto mengatakan, sektor ini memiliki prospek pertumbuhan positif sejalan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.

"Dengan proses yang dilakukan secara selektif dan menerapkan prinsip kehati -hatian dalam pemberian fasilitas pembiayaan proyek, saat ini fasilitas kredit terkait data center memiliki kualitas kredit yang baik," kata Evi kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Kredit Tumbuh Lebih Cepat, Bank Siapkan Pendanaan Alternatif

Evi mengatakan hingga saat ini, terdapat sejumlah permintaan pembiayaan baru yang mengikuti pertumbuhan investasi data center di Indonesia, baik untuk segmen enterprise, hyperscale, maupun neo cloud.

Kualitas aset menjadi salah satu prioritas utama Permata Bank dalam mengembangkan eksposur di sektor tersebut. Evi menjelaskan selektivitas tidak berhenti pada saat pemberian kredit.

Setelah pembiayaan diberikan, Permata Bank juga melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan industri, proyek, dan kondisi usaha nasabah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas pembiayaan tetap relevan dengan perkembangan usaha, kebutuhan nasabah, dan profil risiko yang dapat diterima bank.

Evi menilai Indonesia juga memiliki pasar yang luas, sumber daya yang cukup besar, serta lokasi geografis yang strategis. Sehingga, bank pun terus melihat peluang di sektor ini secara selektif dan prudent.

"Kami melihat kebutuhan terhadap data center akan terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Kondisi tersebut menjadikan sektor ini tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik dan membuka peluang pertumbuhan baru di Indonesia," katanya.

Pandangan serupa datang dari PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP). Wholesales Director KB Bank Widodo Suryadi mengatakan, sektor data center memiliki prospek pertumbuhan yang baik sejalan dengan pesatnya transformasi digital dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

“KB Bank telah memiliki portfolio existing di sektor Telecommunication & Technology, khususnya Data Centre, yang terus menunjukkan perkembangan positif,” kata Widodo kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).

Widodo mengatakan, kebutuhan pembiayaan sektor ini tidak hanya berasal dari pembangunan data center baru, tetapi juga ekspansi kapasitas dan pengembangan infrastruktur digital.

Baca Juga: BI Ungkap Penyaluran Kredit Bank Belum Optimal, Tapi Dunia Usaha Masih Tahan Ekspansi

Namun, Widodo menjelaskan KB Bank tetap menerapkan prinsip selective dan prudent growth. Dalam menyalurkan pembiayaan, bank mempertimbangkan fundamental dan keberlanjutan proyek, kekuatan sponsor, visibilitas permintaan, kualitas kontrak dan arus kas, serta tingkat utilisasi.

Selain itu, Widodo mengatakan kesiapan infrastruktur pendukung seperti power dan connectivity serta perkembangan teknologi turut menjadi pertimbangan. Dengan begitu, pertumbuhan pembiayaan dapat tetap sejalan dengan kualitas dan keberlanjutan proyek.

"KB Bank akan terus menangkap peluang pertumbuhan di sektor ini secara selektif dan prudent, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset," jelasnya.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melihat pertumbuhan kebutuhan data center tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang semakin cepat. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA senantiasa mencermati perkembangan sektor infrastruktur digital, termasuk data center.

"Secara umum, permintaan pembiayaan di sektor ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan digitalisasi, cloud, dan artificial intelligence di berbagai industri," ujar Hera kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).

Hera mengatakan ditopang likuiditas yang memadai, BCA berkomitmen menyalurkan kredit berkualitas ke berbagai segmen dan sektor, sekaligus mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin.

"BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, termasuk di sektor ekonomi digital," katanya.

Baca Juga: Kredit Modal Kerja KB Bank Tumbuh 15% hingga Juli 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×