kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Pembiayaan Investasi Industri Multifinance Turun 5,33% per Juni 2026


Rabu, 02 September 2026 / 16:18 WIB
Pembiayaan Investasi Industri Multifinance Turun 5,33% per Juni 2026
ILUSTRASI. OJK mencatat pembiayaan investasi industri multifinance per Juni 2026 capai Rp167,89 triliun atau turun 5,33% YoY (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan investasi industri multifinance per Juni 2026 adalah sebesar Rp167,89 triliun atau turun 5,33% year on year (YoY).

Lesunya pembiayaan investasi salah satunya disebabkan keputusan pelaku usaha yang cenderung lebih selektif dalam melakukan belanja modal di tengah dinamika perekonomian.

Kendati begitu, sejumlah perusahaan pembiayaan justru mencatat tren sebaliknya.

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan pertumbuhan piutang pembiayaan investasi sebesar 53% YoY, dari bulan Juni 2025 yang senilai Rp783 miliar menjadi Rp1.19 triliun pada Juni 2026.

Baca Juga: OCBC Indonesia: Nasabah Bisnis China Tumbuh 80% hingga Juli 2026

Selain itu, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) juga mencatat pertumbuhan sebesar 46,85% YoY untuk segmen pembiayaan investasi per Juni 2026.

Di tengah tren secara industri yang masih tertekan, kedua perusahaan multifinance tersebut tetap melihat peluang pertumbuhan dari berbagai segmen pembiayaan. Mereka sepakat, strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu langkah untuk menjaga sumber pertumbuhan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, perusahaan terus mencermati perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen untuk mengoptimalkan produk pembiayaan yang relevan di masing-masing segmen.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi portofolio untuk menjaga keseimbangan sumber pertumbuhan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” ujarnya kepada Kontan, Senin (31/8).

Strategi diversifikasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan peluang dari berbagai segmen pembiayaan. Namun, strategi itu juga tetap dibareng dengan sejumlah upaya lain seperti dengan mengedepankan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan kesehatan portofolio secara keseluruhan.

Sementara itu, BRI Finance juga tetap melihat peluang di berbagai segmen pembiayaan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar dan strategi perusahaan.

Baca Juga: EKSiS 2026 Bukukan Transaksi Rp 4,98 Miliar, OJK Dorong Inklusi Syariah

Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, optimalisasi portofolio dilakukan secara seimbang dengan mempertimbangkan potensi masing-masing segmen, kebutuhan nasabah, serta profil risikonya.

“Hal ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga komposisi portofolio pembiayaan secara optimal,” katanya kepada Kontan, Selasa (1/9).

Meski secara industri pembiayaan investasi multifinance hingga pertengahan tahun masih mengalami tekanan, baik CNAF maupun BRI Finance sama-sama melihat adanya peluang perbaikan di sisa tahun 2026 ini. 

Optimisme ini terutama didorong oleh strategi pembiayaan yang lebih selektif seraya menerapkan prinsip kehati-hatian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×