Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan investasi masih mendominasi penyaluran industri multifinance ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menerangkan pembiayaan multifinance ke sektor UMKM per Agustus 2026 mencapai Rp 157,37 triliun.
Secara rinci, Agusman mengatakan penyaluran tersebut masih didominasi oleh pembiayaan investasi sebesar Rp 83,55 triliun.
"Nilainya memakan porsi 53,09% terhadap total pembiayaan ke sektor UMKM," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/10/2026).
Baca Juga: OJK Sebut Fenomena Lipstick Effect Dapat Mendorong Penggunaan BNPL Multifinance
Agusman menyebut masih mendominasinya pembiayaan investasi ke sektor UMKM tak terlepas dari penggunaannya untuk mendukung kebutuhan investasi pengembangan usaha UMKM.
Berdasarkan laporan perkembangan PVML 2025, OJK menerangkan pembiayaan multifinance untuk UMKM didominasi pembiayaan investasi, yaitu sebesar Rp 80,24 triliun. Nilai itu memakan porsi sebesar 53,75% pada 2025.
Jika ditelaah porsi pembiayaan investasi untuk sektor UMKM per Agustus 2026 mengalami penurunan, dibandingkan pencapaian pada 2025.
Sementara itu, OJK mencatat, pembiayaan multifinance ke sektor produktif sebesar Rp 241,88 triliun per Agustus 2026. Nilainya terkontraksi 1,81%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pembiayaan ESG BSI Tembus Rp78,6 Triliun
Agusman menerangkan pembiayaan multifinance ke sektor produktif memakan porsi 44,44% terhadap total piutang pembiayaan industri. Adapun piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026.
Agusman menyebut penyaluran pembiayaan multifinance ke sektor produktif terus didorong, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














