kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Tumbuh 39,35% per Februari 2026


Kamis, 09 April 2026 / 20:34 WIB
Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Tumbuh 39,35% per Februari 2026
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,94 triliun per Februari 2026. ? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan kendaran listrik di industri multifinance mencatatkan kinerja positif pada awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,94 triliun per Februari 2026. 

"Nilainya tumbuh 39,35%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026).

Agusman menerangkan kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance didominasi pembiayaan kendaraan roda empat listrik atau hybrid. Porsinya mencapai 83,52%, dengan nominal Rp 18,32 triliun per Februari 2026.

Baca Juga: Ini Respons Fintech Adapundi Soal Putusan KPPU Terkait Penetapan Suku Bunga

Lebih lanjut, Agusman turut angkat bicara mengenai dampak pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas akibat konflik Timur Tengah terhadap kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance. 

Dia bilang dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan BBM perlu dicermati sebagai peluang percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Alhasil, kondisi itu bisa dioptimalkan multifinance dalam menyalurkan pembiayaan hijau, terutama kendaraan listrik.

"Dengan demikian, industri multifinance dapat memperluas portofolio pembiayaan hijau," kata Agusman.

Baca Juga: AFTECH Dukung Upaya Hukum yang Ditempuh Anggota Usai Putusan KPPU soal Bunga Fintech

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 512,14 triliun per Februari 2026. Nilai piutang pembiayaan itu tumbuh 1,01% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Februari 2026 sebesar 2,78%. Angkanya terbilang memburuk, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,72%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×