Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, penjualan mobil secara ritel mencapai 511.514 unit, atau naik 12,3% Year on Year (YoY) per Juli 2026. Adapun penjualan wholesales tercatat mencapai 517.742 unit, atau tumbuh 18,3% YoY per Juli 2026.
Di tengah bertumbuhnya penjualan mobil, pembiayaan kendaraan roda empat multifinance justru malah menunjukkan kontraksi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat multifinance sebesar Rp 230,92 triliun per Juli 2026.
"Nilainya terkontraksi 2,43%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Per Juli 2026, Ada 16 Fintech Lending Dengan Angka TWP90 di Atas 5%
Agusman menerangkan kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan pergeseran konsumen ke pembelian tunai. Dia bilang ada sejumlah faktor yang memengaruhi, yakni preferensi konsumen dan perkembangan pembiayaan kendaraan. Alhasil, pembiayaan kendaraan masih menghadapi tantangan sejauh ini.
Secara rinci, Agusman menyampaikan pembiayaan kendaraan roda empat bekas konvensional di industri multifinance mencapai Rp 86,25 triliun per Juli 2026. Nilainya terkontraksi 4,52%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Selain itu, Agusman menyebut pembiayaan kendaraan listrik atau hybrid bekas industri multifinance mencapai Rp 1,52 triliun per Juli 2026. Nilainya tumbuh 103,06%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan, OJK mendorong perusahaan multifinance menerapkan sejumlah upaya. Agusman menerangkan multifinance perlu memperkuat diversifikasi produk, meningkatkan kualitas layanan, serta menyesuaikan skema pembiayaan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen ke depannya. Dengan catatan, tetap memperhatikan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan pelindungan konsumen.
Sebagai informasi, piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 513,05 triliun per Juli 2026, atau tumbuh 2,01% secara tahunan atau Year on Year (YoY).
Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juli 2026 sebesar 3,03%. Angkanya terbilang memburuk, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,01%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














