kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pembiayaan MTF naik 7,06% menjadi Rp 28,8 triliun sepanjang 2019


Jumat, 31 Januari 2020 / 18:24 WIB
Pembiayaan MTF naik 7,06% menjadi Rp 28,8 triliun sepanjang 2019
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance (MTF), Jakarta, Rabu (5/12). MTF catat pembiayaan tumbuh 7,06% menjadi Rp 28,8 triliun sepanjang 2019. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Tunas Finance masih mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di atas industri. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menyatakan realisasi pembiayaan MTF sepanjang 2019 senilai Rp 28,8 triliun. 

Nilai itu tumbuh 7,06% secara tahunan atau year on year (yoy) dari posisi 2018 senilai Rp 26,9 Triliun.

Baca Juga: Bank pelat merah bukukan pertumbuhan pendapatan dari bisnis trade finance

“Penopang pembiayaan pada 2019 pertama pembiayaan multiguna naik 70% menjadi Rp 1,6 Triliun. Kedua, pembiayaan corporate fleet (armada perusahaan) naik 60%,” ujar Harjanto kepada Kontan.co.id pada Jumat (31/1).

Anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini menargetkan pembiayaan bisa tembus Rp 30,5 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 5,9% yoy dibandingkan pencapaian 2019 lalu.

Guna mencapai target itu, Harjanto menyatakan telah menyiapkan strategi. Mulai dengan meningkatkan pembiayaan multiguna ke arah Rp 3 triliun. 

Adapun caranya dengan membuka tiga cabang pembiayaan multiguna di Medan, Palembang, dan Bandung. Juga pengembangan organisasi multiguna.

Baca Juga: Indonesia Infrastructure Finance beri penjaminan untuk obligasi Bali Towerindo (BALI)

“Kedua, peningkatan bisnis baru MTF dengan membuat divisi fleet, arahnya pembiayaan fintech, alat kesehatan, operating lease, dealer financing, dan lain-lain. Ketiga, perbaikan proses kerja dengan mengoptimalkan digital infrastruktur,” jelas Harjanto.

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan sepanjang 2019 Rp 452,21 triliun. Nilai itu tumbuh 3,66% yoy dari realisasi pembiayaan pada 2018 senilai Rp 436,26 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×