kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pembiayaan MTF naik 7,06% menjadi Rp 28,8 triliun sepanjang 2019


Jumat, 31 Januari 2020 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance (MTF), Jakarta, Rabu (5/12). MTF catat pembiayaan tumbuh 7,06% menjadi Rp 28,8 triliun sepanjang 2019. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Tunas Finance masih mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di atas industri. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menyatakan realisasi pembiayaan MTF sepanjang 2019 senilai Rp 28,8 triliun. 

Nilai itu tumbuh 7,06% secara tahunan atau year on year (yoy) dari posisi 2018 senilai Rp 26,9 Triliun.

Baca Juga: Bank pelat merah bukukan pertumbuhan pendapatan dari bisnis trade finance

“Penopang pembiayaan pada 2019 pertama pembiayaan multiguna naik 70% menjadi Rp 1,6 Triliun. Kedua, pembiayaan corporate fleet (armada perusahaan) naik 60%,” ujar Harjanto kepada Kontan.co.id pada Jumat (31/1).

Anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini menargetkan pembiayaan bisa tembus Rp 30,5 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 5,9% yoy dibandingkan pencapaian 2019 lalu.

Guna mencapai target itu, Harjanto menyatakan telah menyiapkan strategi. Mulai dengan meningkatkan pembiayaan multiguna ke arah Rp 3 triliun. 

Adapun caranya dengan membuka tiga cabang pembiayaan multiguna di Medan, Palembang, dan Bandung. Juga pengembangan organisasi multiguna.

Baca Juga: Indonesia Infrastructure Finance beri penjaminan untuk obligasi Bali Towerindo (BALI)

“Kedua, peningkatan bisnis baru MTF dengan membuat divisi fleet, arahnya pembiayaan fintech, alat kesehatan, operating lease, dealer financing, dan lain-lain. Ketiga, perbaikan proses kerja dengan mengoptimalkan digital infrastruktur,” jelas Harjanto.

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan sepanjang 2019 Rp 452,21 triliun. Nilai itu tumbuh 3,66% yoy dari realisasi pembiayaan pada 2018 senilai Rp 436,26 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×