kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.998   -51,00   -0,30%
  • IDX 7.153   104,47   1,48%
  • KOMPAS100 989   17,18   1,77%
  • LQ45 728   12,16   1,70%
  • ISSI 254   3,04   1,21%
  • IDX30 395   6,88   1,77%
  • IDXHIDIV20 494   6,04   1,24%
  • IDX80 112   1,95   1,78%
  • IDXV30 136   0,96   0,71%
  • IDXQ30 129   2,16   1,71%

Pembiayaan Syariah CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Turun 22% pada Semester I 2024


Jumat, 02 Agustus 2024 / 15:16 WIB
Pembiayaan Syariah CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Turun 22% pada Semester I 2024
ILUSTRASI. Pembiayaan Kendaraan : Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (2/7/2024). CNAF menargetkan pembiayaan baru untuk kendaraan ramah lingkungan di tahun 2024 bisa mencapai Rp 400 miliar seiring dengan infrastruktur kendaraan ramah lingkungan yang semakin banyak. KONTAN/Baihaki/2/7/2024


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance Tbk (CNAF) mencatatkan adanya penurunan penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah selama semester I 2024. Angkanya turun 22% dari Rp 1,80 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 1,40 triliun.

Namun, apabila dilihat dari sisi aset kelolaan berbasis syariah di CNAF masih mengalami pertumbuhan sebesar 10% dari Rp 5,43 triliun pada periode yang sama tahun 2023 menjadi Rp 5,99 triliun di semester I-2024.

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance, Ristiawan Suherman mengungkapkan, pihaknya masih optimistis dapat menyalurkan pembiayaan baru berbasis syariah bisa mencapai Rp 3,64 triliun sampai dengan akhir tahun 2024.

Baca Juga: CNAF Catat Laba Bersih Sebesar Rp 193,78 Miliar pada Semester I-2024

Sampai dengan bulan Juni 2024, penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah di CNAF ini masih berada di bawah pembiayaan konvensional yang mencapai Rp 3,22 triliun atau meningkat 58% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 2,03 Triliun.  

Sekarang ini, CNAF terus menjalankan sejumlah strategi untuk menggenjot segmen syariah. Salah satunya adalah dengan mengembangkan dan memperluas layanan produk-produk yang dapat memberikan opsi dan sesuai dengan kebutuhan pasar. CNAF juga akan meningkatkan penetrasi pembiayaan syariah dan pengembangan produk refinancing syariah.

"Indonesia memiliki populasi umat Muslim terbesar, kami melihat ini sebagai salah satu peluang bisnis, dan ke depannya prospek pembiayaan syariah akan terus meningkat baik di Indonesia maupun di CNAF khususnya," tandasnya kepada Kontan, Jumat (2/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×