kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pembiayaan ULaMM Siap Menyokong Pelaku Usaha Ultra Mikro yang Ingin Naik Kelas


Selasa, 06 Februari 2024 / 16:29 WIB
Pembiayaan ULaMM Siap Menyokong Pelaku Usaha Ultra Mikro yang Ingin Naik Kelas
ILUSTRASI. Kontan - BRI Ultra Mikro Kilas Online. Hari Batik Nasional: Perajin batik di Gallery Batik Tradjumas, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/10). Hari Batik Nasional menjadi momentum kebangkitan para perajin setelah pandemi Covid-19. KONTAN/Baihaki/2/10/2022


Reporter: Leni Wandira, Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berupaya memacu pembiayaan mikro melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada tahun ini terhadap pelaku pelaku usaha individu dengan plafon maksimal Rp 200 juta.

Langkah ini dalam rangka pemberdayaan secara berkelanjutan bagi nasabah PNM Mekaar (nasabah ultra mikro) yang ingin dan dinilai sudah mampu untuk mengembangkan kapasitas usahanya ke segmen ULaMM (mikro).

Selain menyalurkan pembiayaan, PNM menyadari bahwa kegiatan pendampingan usaha, pelatihan kepada nasabah serta pembentukan klaster usaha nasabah dapat membantu para nasabah meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Baca Juga: Menilik Strategi BRI Jangkau Lebih dari 45 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro di 2025

Manajemen Permodalan Nasional Madani memproyeksikan, nilai pembiayaan ULaMM pada tahun 2023 mencapai Rp 1,56 triliun, dengan aset produktif senilai Rp 2,29 triliun.

Pembiayaan ULaMM tahun 2023 memang lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar Rp 1,64 triliun. PNM menjelaskan, pencapaian 2023 tak lepas dari strategi perusahaan yang lebih fokus pada perbaikan kualitas. PNM juga tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus menjaga agar tidak terjadi pemburukan kualitas pembiayaan.

Tahun ini, PNM bertekad menggenjot produk ULaMM dengan target pembiayaan mencapai Rp 1,73 triliun untuk produk konvensional dan Rp 876 miliar untuk Ulamm Syariah.

Untuk mendukung target tersebut, PNM akan memperluas jaringan dan jangkauan pembiayaan ULaMM. PNM berharap bisa mengoperasikan secara total 641 unit Ulamm di seluruh Indonesia hingga akhir 2024. Per akhir Desember 2022, PNM telah mengoperasikan 625 unit ULaMM. Dengan kata lain, dalam dua tahun terakhir PNM akan menambah 16 kantor unit ULaMM.

Oleh karena itu, PNM pun terus melakukan inisiatif untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, termasuk dalam pembiayaan syariah.

Baca Juga: Sempat Diremehkan, Kini Desa Megulung Kidul Raih Gelar Desa BRILiaN dari BRI

PNM juga meluncurkan Program Layanan Syariah yang memungkinkan pembiayaan syariah disalurkan melalui seluruh Kantor Unit ULaMM. Jumlah Unit Layanan Syariah tersebut masih akan terus bertambah pada masa mendatang seiring dengan meningkatnya permintaan atas pembiayaan dengan pola syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×