kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gerai SenyuM BRI Bantu Masyarakat Desa Kembangkan Usaha Ultra Mikro


Selasa, 09 Januari 2024 / 16:05 WIB
Gerai SenyuM BRI Bantu Masyarakat Desa Kembangkan Usaha Ultra Mikro
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Ultra Mikro Online


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), sebagai Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mendorong pemanfaatan produk dan layanan ultra mikro kepada masyarakat. Salah satunya melalui gerai bernama Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM).

SenyuM adalah kantor satu atap yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM. SenyuM dikembangkan untuk memudahkan nasabah mengakses layanan permodalan, terutama bagi nasabah segmen ultra mikro.

Salah satu unit yang menyediakan layanan SenyuM adalah BRI Unit Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Gerai SenyuM di Butuh sendiri telah berdiri sejak Juli tahun 2022.

Baca Juga: BRI Dukung Kemandirian Desa Megulung Kidul Lewat Program Desa BRILiaN

Pada gerai SenyuM Butuh ini, nasabah dapat mengakses layanan ultra mikro pembukaan rekening Simpedes UMi dari BRI dan berbagai layanan dari Pegadaian. Akses layanan itu juga termasuk layanan gadai, baik gadai emas maupun non emas.

Kepala Unit Butuh Deasy Sulistyowati memaparkan, gerai SenyuM unit Butuh melayani sekitar sepuluh nasabah setiap hari. Kendati nasabahnya terlihat sedikit, pendanaan pada gerai SenyuM di sana telah mencapai 100% selama tahun 2023 atau sebesar Rp600 juta.

Menurut Deasy, akses masyarakat kepada SenyuM di kawasan Butuh masih sangat besar. Ke depannya, ia berharap semakin banyak nasabah yang datang untuk melakukan transaksi di gerai SenyuM.

“Belum banyak nasabah yang tahu kalau di sini ada unit SenyuM,” ucap Deasy.

Pasalnya, proses peminjaman dana di SenyuM juga praktis. Nasabah cukup membawa barang yang akan digadai. Kemudian, petugas akan menaksir berapa pinjaman yang bisa dicairkan dari barang gadaian tersebut.

Nantinya, pencairan pinjaman dilakukan dalam bentuk cashless, sehingga nasabah tidak perlu mengantre lagi di teller bank. "Pencairannya cashless tidak dalam bentuk uang tunai, tetapi langsung masuk ke rekening Simpedes UMi. Untuk pengambilan dananya kami buatkan sudah otomatis dengan kartu debitnya. Jadi nasabah bisa mengambil dananya di ATM terdekat," jelas Deasy.

Ia mengaku, kebanyakan nasabah mengajukan pinjaman untuk pengembangan usaha, investasi hingga kebutuhan sehari-hari. Untuk besaran pinjaman juga beragam, mulai Rp500 ribu hingga Rp25 juta, berdasarkan nilai barang yang diagunkan.

"Kalau di sini nasabahnya mayoritas petani, usahanya di bidang pertanian," imbuh Deasy.

Sebagai informasi, BRI mencatat portofolio UMi telah meningkat 14,8% secara tahunan (year on year/YoY) berkat kehadiran SenyuM. Pertumbuhan penyaluran pinjaman ultra mikro juga lebih tinggi ketimbang penyaluran pinjaman bank atau setara 8,9% dari total pinjaman. Kontribusi ke laba bersih konsolidasi bahkan mencapai 18%.

Baca Juga: Begini Syarat Usaha Ultra Mikro Bisa Akses Kredit dari BRI dan Holding UMi

Per September 2023, penyaluran pinjaman gadai mencapai Rp54,7 triliun. Nilai tersebut naik 10,3% YoY. Jumlah peminjam mencapai 6,8 juta atau naik 4,5% YoY.

Pertumbuhan pinjaman non gadai bahkan lebih fantastis. Kenaikannya mencapai 71,6% secara tahunan menjadi Rp10,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×