kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Pembiayaan UMKM Adira Finance Capai Rp 2,9 Triliun per April 2026


Kamis, 04 Juni 2026 / 18:49 WIB
Pembiayaan UMKM Adira Finance Capai Rp 2,9 Triliun per April 2026
ILUSTRASI. Adira Finance catat pembiayaan UMKM Rp 2,9 T per April 2026, tumbuh signifikan. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat pembiayaan baru ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai sebesar Rp 2,9 triliun per April 2026.

Di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengklaim pembiayaan UMKM tersebut mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut ditopang oleh aktivitas usaha yang tetap berjalan serta kebutuhan pelaku UMKM akan pendanaan untuk operasional dan ekspansi usaha.

Baca Juga: Ini Respons Asuransi Jasindo Terkait Kebijakan Ekspor Satu Pintu

"Pembiayaan di segmen UMKM masih tetap terjaga, seiring dengan aktivitas usaha yang terus berjalan dan kebutuhan pelaku usaha untuk mendukung operasional maupun pengembangan bisnisnya," ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).

Untuk menjaga kualitas pembiayaan dari segmen tersebut, Adira Finance terus berupaya mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui proses underwriting yang prudent dan pemantauan portofolio secara berkala.

Perusahaan juga melakukan penilaian terhadap kemampuan bayar dan profil usaha konsumen guna memastikan pembiayaan yang diberikan sesuai kebutuhan dan kapasitas usaha.

Menurut Gani, tantangan utama dalam penyaluran pembiayaan UMKM saat ini berasal dari tekanan daya beli masyarakat, kenaikan biaya operasional, serta fluktuasi pendapatan pelaku usaha.

Baca Juga: Asuransi Astra Kembangkan Bisnis Asuransi Kendaraan Listrik Secara Bertahap

“Sebagian UMKM juga memiliki karakteristik arus kas yang lebih dinamis, sehingga diperlukan analisis yang dalam terhadap kapasitas pembayaran dan keberlanjutan usahanya,” katanya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan UMKM industri multifinance mencapai Rp 160,60 triliun per Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan 29,54% dari total piutang pembiayaan industri pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×