kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,74   -8,61   -0.92%
  • EMAS1.319.000 -0,08%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemulihan kredit hapus buku bank pelat merah meningkat


Kamis, 07 November 2019 / 10:03 WIB
Pemulihan kredit hapus buku bank pelat merah meningkat
ILUSTRASI. Pemulihan kredit hapus buku bank pelat merah meningkat/pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/14/06/2019.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank pelat merah terus berupaya untuk menekan kerugian dari kredit bermasalah yang sudah dihapusbukukan (write off).

Upaya yang dilakukan itu tampaknya berhasil. Terbukti dari tingkat pemulihan atau recovery rate terhadap kredit hapus buku yang mengalami peningkatan di kuartal III 2019.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya mencatat kredit yang hapus buku sebesar Rp 4,17 triliun di triwulan III tahun ini. Dari jumlah itu, perseroan berhasil memulihkan sebesar Rp 1,65 triliun atau dengan recovery rate sebesar 39,6%.

Sedangkan recovery rate pada periode yang sama tahun lalu baru mencapai 36,4%. Di mana jumlah kredit yang hapus buku mencapai Rp 5,45 triliun dan yang berhasil dipulihkan hanya Rp 1,98 triliun.

Di samping berhasil mendorong tingkat pemulihan kredit hapus buku, BNI juga masih mampu mendorong perbaikan kualitas asset di periode tersebut. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) turun ke level 1,8% dari 2% pada kuartal III tahun lalu.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan, pihaknya akan terus berupaya agar tingkat pemulihan kredit hapus buku meningkat. “Diharapkan sampai akhir tahun persentasinya meningkat,” ujarnya pada Kontan.co.id, Selasa (5/11).

Langkah hukum telah diambil bersama eksekusi jaminan untuk mendorong tingkat pemulihan tersebut. Sementara untuk menekan tingkat kredit yang hapus buku atau write off, BNI akan mengintensifkan penagihan baik melalui eksekusi asset agunan melalui lelang atau mencarikan investor.

Adapun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan recovery rate sebesar 43,4% pada triwulan III 2019, meningkat dari kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 27,8%. Total kredit perseroan yang hapus buku Rp 7,4 triliun dan yang berhasil dipulihkan sebesar Rp 3,21 triliun.

Sedangkan kuartal III 2018, write off mencapai Rp 10,8 triliun dengan jumlah berhasil dipulihkan Rp 3,02 triliun.

Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan kredit hapus buku sebesar Rp 8,6 triliun, meningkat dari Rp 8 triliun di kuartal III tahun lalu. Namun, tingkat pemulihan pada triwulan III tahun ini lebih tinggi di mana recovery rate mencapai 55,3% atau naik dari 52,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×