kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pendapat multifinance soal penurunan uang muka


Selasa, 24 Mei 2016 / 20:18 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rencana Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan loan to value kredit properti diharapkan dapat pula terjadi pada pembiayaan kendaraan bermotor. Perusahaan pembiayaan (multifinance) berharap down paymet (DP) kendaraan bermotor dipangkas sebesar 5%.

Efrinal Sinaga, Sekertaris Jenderal Asosiasi Asuransi Pembiayaan Indonesia (APPI) menyebut kalaupun ada rencana pemangkasan DP, idealnya sebesar 5%. Meskipun diakui Efrinal saat ini pemangkasan DP sebesar 5% tidak dirasa terlalu penting bagi anggotanya.

Sebab, kenyataannya saat ini daya beli untuk kendaraan bermotor memang rendah. Sekalipun DP kembali dipangkas untuk kedua kalinya, ia memprediksi efeknya tidak akan terlalu besar terhadap penyaluran pembiayaan.

Mengingatkan kembali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu menurunkan besaran DP kendaraan bermotor. Semula, uang muka kredit dipatok antara 20% sampai 25% baik untuk pembiayaan konvensional ataupun syariah. Mulai 30 Juni, uang muka pembiayaan konvensional turun menjadi antara 15%-20% dan syariah 10%-15%.

Suhartono, Presiden Direktur Federal Internasional Finance (FIFGROUP) menilai, kalaupun DP diturunkan tidak serta merta mendongkrak pembiayaan. "Daya angsur masyarakat masih lemah. Kalau DP turun tapi daya angsur lemah. Nanti kredit macet naik. DP saat ini sudah ideal," tandas Suhartono, (24/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×