Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus berupaya memperkuat pendapatan nonbunga atau fee-based income di tengah tekanan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan ini untuk memperkuat struktur pendapatan dan menjaga pertumbuhan profitabilitas secara berkelanjutan.
Berdasarkan data hingga Agustus 2026, NII BTN tercatat sebesar Rp 9,17 triliun, turun 18,57% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 11,26 triliun.
Baca Juga: BSI Targetkan Operasional Cabang di Jeddah Mulai Januari 2027
Di sisi lain, pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi BTN juga mengalami penurunan tipis 0,98% secara year on year (yoy) menjadi Rp 911,53 miliar hingga Agustus 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan dari pos tersebut mencapai Rp 920,51 miliar.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, peningkatan pendapatan nonbunga merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. BTN akan mengoptimalkan pendapatan bunga dari bisnis intermediasi sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berbasis komisi sebagai sumber pertumbuhan baru.
“Dengan demikian, kedua sumber pendapatan tersebut diharapkan dapat saling melengkapi dalam mendukung kinerja perusahaan,” ujar Hermita kepada Kontan.
Hermita menjelaskan, pendapatan nonbunga BTN berasal dari berbagai aktivitas layanan perbankan, mulai dari transaksi dan administrasi perbankan, layanan pembayaran, pengelolaan dana nasabah, bancassurance, hingga aktivitas treasury.
Selain itu, BTN terus mengembangkan layanan keuangan yang terintegrasi dengan ekosistem perumahan untuk memperluas sumber pendapatan berbasis komisi.
Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan nonbunga, BTN juga memperkuat transaksi digital, mengoptimalkan produktivitas jaringan kantor, serta mengembangkan kerja sama strategis, termasuk melalui bancassurance dan layanan keuangan lainnya.
Perusahaan ini turut mendorong peningkatan cross-selling kepada nasabah eksisting dan memperluas ekosistem layanan. Melalui strategi tersebut, BTN ingin memperluas perannya agar tidak hanya menjadi bank pembiayaan perumahan, tetapi juga mitra keuangan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial.
Baca Juga: Bos BSI (BRIS) Buka Suara Soal Rights Issue Rp 3,4 Triliun, Penuhi Free Float 15%
Meski pendapatan bunga bersih mengalami tekanan, BTN tetap optimistis terhadap pertumbuhan profitabilitas hingga akhir 2026. Perusahaan ini akan mengandalkan pertumbuhan NII sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan non bunga.
Hermita mengatakan, dari sisi NII, BTN terus mendorong pertumbuhan kredit berkualitas, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta mengelola biaya dana secara efisien.
Sementara itu, peningkatan pendapatan non bunga diharapkan dapat memperkuat diversifikasi sumber pendapatan dan menjaga kesinambungan pertumbuhan laba perusahaan.
Dengan strategi tersebut, BTN berupaya menyeimbangkan kontribusi pendapatan bunga dan non bunga untuk mendukung kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














