Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski penyebaran virus corona 2019 (Covid-19) menyengat ekonomi, sejumlah perusahaan asuransi umum masih mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal pertama 2020.
PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mencatatkan pendapatan premi senilai Rp 130 miliar selama tiga bulan pertama tahun ini.
Baca Juga: OJK catat premi asuransi tumbuh 16,69% pada Januari 2020
“Kita tumbuh 34,5% secara tahunan atau year on year dibandingkan kuartal pertama 2019. Rinciannya, pendapatan premi pada Januari Rp 45 miliar, Februari Rp 43 miliar, dan Maret Rp 42 miliar. Padahal separuh Maret kita telah menerapkan working from home,” ujar Presiden Direktur Asuransi Bintang HSM Widodo, Jumat (3/4).
Menurutnya, pertumbuhan pendapatan premi tersebut disumbangkan merata dari berbagai lini bisnis yang miliki oleh ASBI. Hal ini seiring dengan strategi perusahaan untuk menyeimbangkan dan meningkatkan portofolio premi.
Melihat hal ini ASBI belum berencana untuk merevisi target premi sepanjang 2020. Lantaran, ASBI telah melakukan stress test simulasi untuk 3 bulan ke depan.
Baca Juga: Upaya OJK pertahankan kekuatan perasuransi dari ancaman dampak wabah corona
Ia mengaku sejauh ini bermanfaat. Ia mencontohkan kendati pergerakan rupiah tertekan oleh dollar AS, ASBI hanya perlu mencadangkan Rp 167 juta.
“Karena menang dari hari ke hari currency missmatch kita jaga. Target sampai Maret juga terlewati hingga 102%. Ya belum boleh revised, tapi kita analisa stress test setiap dua minggu untuk simulate RBC dan cashflow,” pungkas Widodo.
Baca Juga: Suku bunga turun, investor ritel Singapura mulai lirik investasi saham
Asal tahu saja, bisnis asuransi umum masih melesat di awal tahun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi perusahaan asuransi umum Rp 7,69 triliun pada Januari 2020.
Nilai itu masih tumbuh 16,69% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Januari 2019 senilai Rp 6,59 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













