kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa pada Kuartal I-2024 Catatkan Hasil Positif


Kamis, 30 Mei 2024 / 16:59 WIB
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa pada Kuartal I-2024 Catatkan Hasil Positif
ILUSTRASI. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2024 terkait pendapatan premi./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/11/10/2023.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2024 terkait pendapatan premi. 

Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, menyampaikan bahwa total pendapatan premi industri pada periode tersebut mencapai Rp 46 triliun.

"Pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal I-2024 naik 0,9%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 45,6 triliun," katanya dalam konferensi pers, Rabu (29/5).

Namun demikian, terjadi kontraksi sebesar 6,9% pada pendapatan premi pada kuartal I-2023, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai Rp 48,99 triliun pada kuartal I-2022.

Baca Juga: 12 Perusahaan Asuransi Belum Miliki Aktuaris, Ini Kata AAJI

Budi juga menjelaskan bahwa kenaikan total pendapatan premi turut mempengaruhi total pendapatan industri asuransi jiwa.

Menurutnya, pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I-2024 mencapai Rp 60,71 triliun, meningkat 11,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 54,36 triliun.

Budi menjelaskan bahwa pendapatan industri sempat mengalami kontraksi sebesar 12,7% pada kuartal I-2023, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 62,27 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×